Pasien Gakin Penderita Tumor Mata, Jumaiyah Tidak Digubris Saat Periksa di RS

Jumaiyah hanya bisa meneteskan air mata ketika ditanya tentang tentang rasa sakitnya. Benjolan tumor di matanya itu telah merembet ke arah mulut. Ia terlihat kesulitan berbicara.
Jumaiyah, 50, adalah warga RT 1 RW 12, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Hari tua Jumaiyah, harus dilalui dengan penderitaan. Genap 10 bulan ini janda enam anak dari keluarga miskin (gakin) ini terkena tumor ganas di bagian mata.

Dia hanya bisa berucap beberapa kata karena bagian mulut sebelah kiri juga mulai tertutup tumor. “Saya hanya berharap masih bisa sembuh,” ujar Jumaiyah singkat.
Perempuan ini tinggal dengan tiga orang anaknya di gubuk dekat Jembatan Brantas Kota Batu. Supriyadi, putra sulungnya, bercerita ikhwal penyakit ganas itu.

“Awalnya, ibu hanya sakit gigi. Tiba-tiba dia mengeluh rasa sakit di mata. Tidak lama setelah itu muncul bengkak di mata sebelah kiri,” tutur Supriyadi saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/11).
Kartu asuransi kesehatan bagi warga miskin (askeskin) tidak cukup ampuh mengobati tumor itu. Sudah 10 kali Supriyadi membawa ibunya ke rumah sakit (RS) di Kota Malang. Namun, mereka sering tidak digubris oleh pihak rumah sakit.

Dokter rumak sakit menyatakan jenis penyakit yang diderita Jumaiyah adalah Tumor Maxilla. “Dokter menyatakan tumor itu harus dioperasi. Namun, operasi itu membutuhkan biaya hingga Rp 35 juta. Padahal, selama ini kami membawa ibu ke rumah sakit hanya berbekal kartu askeskin,” ujar Supriyadi.

Supriyadi mengaku tidak mampu memenuhi biaya operasi itu. Uniknya, pihak rumah sakit justru menyarankan keluarga Jumaiyah membawanya ke ahli pengobatan alternatif. “Kami sebenarnya juga pernah melaporkan hal ini ke Kecamatan Batu. Namun, pihak kecamatan memberi tahu, bantuan biaya sebesar itu sulit di dapatkan,” terang Supriyadi.

Keenam putra Jumaiyah rata-rata hanya bekerja sebagai buruh. Biaya Rp 35 juta sangatlah tidak terjangkau oleh kantong mereka. “Kami benar-benar memohon agar ada kepedulian dari Pemkot Batu sehingga ibu saya bisa dioperasi,” pungkas Supriyadi.
(Heryanto/Surya)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s