Penyelesaian GTT/PTT Bergantung Panggar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkot Batu Mistin tampaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan tuntutan para guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Karena, kebijakan itu tidak bisa diputuskan sendiri.

Sebaliknya, Mistin bersikap menunggu hasil hearing yang akan dilakukan panitia anggaran dengan tim anggaran dalam pembahasan KUA-PPAS (kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara) 2009. “Tadi kan sudah disampaikan ke dewan, tentunya nanti akan dibahas dengan tim anggaran. Untuk saat ini ya menunggu saja,” kata Mistin, sore kemarin.

Mistin mengakui, pada anggaran 2008 ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 763,2 juta untuk pemberian insentif tersebut. Insentif tersebut diberikan pada 424 GTT pada dua tahap, yakni sebesar Rp 381,6 juta, dan sisanya pada Desember mendatang. Atau masing-masing GTT sebanyak Rp 150 ribu per bulan. “Yang mendapatkan memang masih GTT. Kalau PTT memang belum,” akunya.

Bagaimana dengan anggaran 2009? Mistin menyebutkan hingga saat ini belum ada perubahan. Namun, tidak menutup kemungkinan ada perubahan penambahan anggaran untuk pemberian insentif tersebut. Baik itu untuk GTT yang belum ter-cover maupun bagi PTT. “Tapi, ini juga tidak luput dari kemampuan anggaran dan tidak bisa dipaksakan,” katanya.

Khusus mengenai jumlah GTT, dimungkinkan terjadinya silang pendapat data antara forum GTT dan Dikbud. Ini Di antaranya karena beberapa sebab. Antara lain ada GTT yang belum terdata, atau ada GTT yang sudah menjadi karyawan kontrak tapi masih tercatat sebagai GTT maupun PTT. Untuk itu, pihaknya berencana melakukan pembaruan data para GTT maupun PTT yang ada. “Secepatnya kami perbaruai datanya,” katanya.

Sementara itu, Maulidiono, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batu berharap agar semua GTT maupun PTT mendapatkan intensif dari pemkot. Terlebih persoalan itu juga sudah diajukan dua tahun sebelumnya pada Pemkot Batu. Namun, belum semua mendapatkan insentif tersebut. “Harapan kami demikian, supaya pendapatannya bisa semakin meningkat,” katanya. (yak/abm/radarmalang)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s