Sebulan Operasi, Kucurkan Kredit Rp 400 Juta

Swamitra Unisma menawarkan program sertifikasi tanah dan bunga deposito yang cukup tinggi. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Swamitra Unisma menawarkan program sertifikasi tanah dan bunga deposito yang cukup tinggi. (Lailatul Rosida/Malang Post)


Unit Swamitra Universitas Islam Malang (Unisma) punya lahan garapan yang istimewa. Untuk memenuhi target pencapaian omzet hingga Rp 5 miliar pada akhir tahun ini, para petani dan peternak yang berada di bawah naungan LPNU pun dilirik untuk dijadikan calon debitur baru.

“Kami menawarkan program sertifikasi tanah kepada petani dan peternak, sehingga tanah mereka bisa digunakan sebagai agunan untuk meminjam modal di Swamitra Unisma ini,” ungkap Ketua Umum Koperasi Keluarga Besar (KKB) Unisma, Ahmad Subekti kepada Malang Post.

Dituturkannya, selama ini akses para petani dan peternak ke dunia perbankan masih terkendala soal agunan. Sebab rata-rata tanah yang mereka miliki tidak bersertifikat. Karena itulah program sertifikasi tanah ini digelar dan pihaknya sudah bekerjasama dengan Badan Pertanahan Negara (BPN). Untuk sementara kerjasama dilakukan dengan BPN Kabupaten Malang.

Selain itu, kata dia, strategi lain yang dipergunakan untuk menarik lebih banyak nasabah adalah dengan tawaran program deposito bunga 14 persen per tahun untuk simpanan minimal Rp 10 juta di atas tiga tahun.

Lebih jauh, Bekti menuturkan, operasional Swamitra Unisma terhitung baru berjalan satu bulan. Dan hingga saat ini, sebanyak Rp 400 juta kredit sudah disalurkan. Karena lokasinya yang berada di kampus, otomatis segmen mereka adalah dosen dan mahasiswa. Selain itu warga pasar Dinoyo juga menjadi sasaran program. Karena itu pihaknya gencar melakukan sosialisasi keberadaan Swamitra hasil kerjasama dengan Bukopin itu kepada masyarakat sekitar. Ia berharap, penyaluran dana dari Swamitra bisa lebih besar lagi pada tahun-tahun mendatang.

Swamitra Unisma, kata dia, dikendalikan oleh lima pemegang modal. Yaitu tiga orang dari universitas yang terdiri dari koperasi, universitas, dan yayasan, sementara dua orang dari luar. Fokus utama garapannya adalah ikut serta mengembangkan sektor riil yang akan digarap di lingkungan sekitra kampus. Termasuk juga pada para petani dan peternak. (oci)
(Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s