SPP Dinaikkan, Siswa SMK YPTT Demo

demo-27-nov
Ratusan pelajar kelas X, XI dan XII SMK Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT), pagi kemarin melakukan unjuk rasa besar-besaran di halaman sekolahan di Jalan Panglima Sudirman, Turen. Aksi demo tersebut, adalah buntut diberhentikannya beberapa guru lama, yang kemudian diganti dengan guru yang baru.

Dalam aksinya, siswa yang membawa kertas bertulisan kecaman kepada sekolahan itu, mengajukan beberapa tuntutan. Diantaranya, meminta agar guru yang baru diberhentikan dan memanggil guru yang lama untuk mengajar. Sekaligus meminta Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Turen, M Afandi, diberhentikan dari jabatan.

Tidak hanya itu, ratusan siswa berseragam coklat (pramuka) itu, juga meminta agar uang SPP untuk kelas X, XI dan XII diturunkan dan dikembalikan seperti sebelumnya. Yakni dari biaya SPP semua kelas Rp 100 ribu menjadi Rp 85.000.

‘’Apa alasan kenaikan itu kami tidak diberitahu. Demo kali ini kami juga meminta agar tidak ada penarikan parkir sepeda sebesar Rp 200. Selain itu juga, meminta agar preman yang jadi satpam di sekolahan dihentikan. Kami juga meminta agar tidak sampai terjadi jam kosong. Juga meminta agar sekolah tidak menjadikan karyawan koperasi menjadi guru bengkel,’’ ujar Sahril siswa kelas XII, yang juga dibenarkan Samsul, teman sekelasnya.

Sebelum melakukan aksi demo itu, para siswa itu berkumpul di lapangan Gunung Kembar Turen, sekitar pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, dengan jalan kaki dan naik sepeda motor, ratusan pelajar ini menuju ke sekolahannya yang jaraknya sekitar 1 km. Tak ayal, sepanjang jalan yang dilalui itu, membuat arus kendaraan dari arah selatan dan utara macet.

Begitu berada di halaman sekolahannya, para demonstran ini langsung mengajukan tuntutannya kepada yayasan sekolah dengan berteriak-teriak. Meski waktu itu sempat terjadi ketegangan, namun puluhan personel dari Polres Malang, Polsek Turen dan Koramil Turen, berhasil meredamnya.

Selanjutnya, dengan berbagai pertimbangan akhirnya perwakilan siswa diminta untuk berdiskusi dengan pihak sekolah dan yayasan. Pertemuan disaksikan Kapolsek Turen, Danramil Turen serta Camat Turen.
Dari hasil pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk merapatkan tuntutan siswa itu dengan wali murid pada Sabtu nanti.

Dengan catatan, selama menunggu waktu rapat tersebut, semua siswa tetap harus mengikuti jam pelajaran. “Jika tuntutan kami semuanya tidak ditanggapi, maka kami akan terus melakukan demo,’’ tutur Kariyanto, Korlap unjuk rasa tersebut.

Aksi unjuk rasa sendiri semakin panas, ketika seorang guru Fisika, Misdi, datang. Para siswa yang sudah menutup gerbang sejak awal, ini mengolok-olok guru Fisika itu dengan kata-kata kotor.

Begitu juga ketika Umar, satpam sekolah yang disebut-sebut seorang preman dengan menarik parkir Rp 200. Ia juga menjadi bahan olok-olokan para siswa. Bahkan, Umar, sempat dihadang para siswa di depan pintu pagar untuk tidak diperbolehkan masuk sekolah.

Terpisah, Kepsek SMK Turen, M Afandi, mangatakan kalau pihaknya akan berusaha untuk memenuhi tuntutan siswa. Hanya, untuk tuntutan agar para guru atau Kepsek diminta mundur, dirinya tidak bisa memenuhi. Sebab, diberhentikan tidaknya seorang guru atau Kepsek itu tergantung pada yayasan.

‘’Yang jelas, kami akan berupaya untuk memenuhi semua tuntutan. Tetapi pemberhentian guru itu adalah wewenang yayasan. Yang perlu digarisbawahi, untuk guru yang lama, sebenarnya tidak diberhentikan oleh yayasan. Guru-guru Bahasa Inggris, Fisika dan Kimia serta Kewirausahaan yang lama itu, tidak masuk dan kemudian mengundurkan diri,’’ urai M Afandi.

Untuk penarikan uang parkir Rp 200 dan kenaikan SPP menjadi Rp 100 ribu itu menurut Afandi, semuanya untuk kebutuhan siswa sendiri.

‘’Penarikan parkir Rp 200, itu untuk biaya pembuatan lahan parkir, karena biaya dari sekolah turun. Kenaikan SPP menjadi Rp 100 ribu, itu karena untuk fasilitas sekolah yang tambah mahal,’’ terang M Afandi.

Sementara, usai pertemuan dengan pihak sekolah itu selesai, para siswa tidak langsung membubarkan diri. Sebaliknya, mereka langsung melakukan aksi konvoi dengan berkeliling jalan raya Turen. (agp/avi)(Agung Priyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s