Penderita Tumor Mata Butuh Bantuan

tumor-mataJumaiyah, warga Jalan Brantas, RT 1 RW 12 Kelurahan Sisir Kecamatan Batu sedang membutuhkan uluran tangan dermawan. Janda 50 tahun itu menderita tumor maxilla dan tak punya biaya untuk operasi tumor yang terus menutup mata kirinya. Sekalipun sudah ada Jamkesmas, tapi dia diminta menyiapkan biaya sekitar Rp 30 Juta untuk operasi.

Dirumahnya yang sederhana dipinggir sungai Brantas Sisir, Jumaiyah tak tahu apa yang bisa ia lakukan untuk operasi tumor yang dideritanya. Ongkos yang dibutuhkan sangat besar, sementara ibu enam anak itu tak lagi bekerja sebagai pencari pasir.

Disaat menunggu datangnya uluran tangan dermawan, tumor dimatanya itu semakin membesar. “Tumornya terus membesar, badannya semakin kurus. Ibu tak bisa makan, tak bisa bicara,” kata Supriyadi, anak pertama Jumaiyah kemarin.

Tak ada yang tahu secara pasti penyebab tumor itu. “Awalnya sakit gigi sekitar Oktober 2007,” kata Supriyadi. Seiring waktu, perlahan-lahan ada benjolan yang tumbuh menjadi tumor tumbuh hingga menutup mata.

Diawal sakit, keluarga membawa ke Puskesmas Pandanrejo. Selain berobat ke Puskesmas, juga dibawa ke RS Baptis. Di RS Baptis mendapat rujukan berobat ke RSSA. “Dokter di RSSA meminta untuk dioperasi. Waktu itu sekitar bulan Juni. Kata dokter, dalam waktu tiga bulan harus operasi,” tuturnya.
Tiga bulan setelah mendapat janji itu, ternyata sampai sekarang belum juga operasi. Pihak keluarga semakin tak menentu setelah mengetahui jumlah biaya operasi sebesar Rp 35 Juta.

Untuk pengobatan itu, Jumaiyah memang punya Jamkesmas. Tapi kenyataannya kartu Jamkesmas yang dimiliki bukan jaminan untuk operasi gratis. “Katanya dari biaya Rp 35 Juta harus menyiapkan Rp 30 Juta. Yang Rp 5 Juta baru dari Jamkesmas,” ungkap buruh ini

Tidak hanya membutuhkan biaya yang tak sedikit. Untuk operasi, keluarga Jumaiyah mendapat informasi bahwa operasi tumor mata itu juga tak mudah. “Katanya sulit karena dibagian bawah mata harus diambil, semua gigi dibagian kiri juga harus diambil,” katanya.

Selama ini, Jamkesmas yang dimilikinya itu hanya bisa digunakan untuk membeli obat. Itu pun tidak semuanya gratis. “Kadang obatnya beli pakai uang sendiri, harganya sekitar Rp 200 Ribu sampai Rp 250 Ribu. Kalau obat penenang harganya Rp 150 Ribu,” ungkap pria 25 tahun ini.

Selain harus membeli obat, setiap kali menjalani pemeriksaan keluarga Jumaiyah harus mengeluarkan ongkos transportasi. Karena harus pulang pergi ke rumah sakit. Setelah 10 kali menjalai pemeriksaan dokter, kini keluarga Jumaiyah memilih tidak melanjutkan periksa ke dokter.

Sementara disaat sedang membutuhkan biaya, belum ada satu pun dermawan yang datang memberi bantuan. Mereka berharap, ada yang memberi bantuan misalnya Pemkot Batu.(van/eno)
(Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

1 Komentar

Filed under Batu

One response to “Penderita Tumor Mata Butuh Bantuan

  1. bu semoga ada orang yang mau mengulurkan bantuanya dan ibu segera di operasi…….amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s