Pupuk Organik Tingkatkan Produksi Apel

Nasikin saat meninjau pertanian apel di Tlogorejo Bumiaji kemarin. (Vandri Van Battu /Malang Post)

Nasikin saat meninjau pertanian apel di Tlogorejo Bumiaji kemarin. (Vandri Van Battu /Malang Post)


Petani apel yang tergabung dalam kelompok tani Bumijaya 2 Binangun Desa Bumaji, Batu mulai membuktikan manfaat pupuk organik. Ini setelah mereka menggunakan pupuk organik dan langsung berdampak pada peningkatan produksi apel yang sempat turun.

Bendahara kelompok tani Bumijaya 2 Binangun, Darmanto mengatakan, untuk menggairahkan kembali pertanian apel, kelompok taninya merintis pertanian organik dengan memproduksi sendiri pupuk organik.
“Sekarang telah mampu memproduksi pupuk organik sekitar 10 ton per minggu dan pestisida organik sekitar 220 liter per bulannya,” kata Darmanto disela-sela Farm Field Day kelompok tani Bumijaya 2 Binangun kemarin.

Dengan produksi sendiri pupuk organik, anggota kelompok tani yang berjumlah 60 orang tak lagi bingung karena kelangkaan pupuk bersubsidi. “Selama satu tahun ini seluruh anggota kelompok tani Bumijaya 2 Binangun telah memakai pupuk organik plus dan pestisida hasil pembuatan pupuk kompos. Hasilnya, ternyata tak kalah dengan penggunaan pupuk organik,” kata dia.

Kini lanjut Darmanto, produksi apel rata-rata naik sekitar 20 sampai 22 persen. Atau sekitar 12 sampai 13 ton per hektar untuk sekali musim. Sebelumnya sekitar tahun 2000 hingga 2007 produksi apel di Bumiaji hanya sekitar 10 sampai 12 ton per hektar untuk sekali musim.

Lebih lanjut dia mengatakan dengan penggunaan pupuk organik dan pestisida hasil pembuatan kompos, petani dapat memperbaiki unsur hara tanah dan memperbaiki pertumbuhan pohon apel.

“Selain itu petani juga dapat menekan ongkos produksi hingga 50 persen jika dibandingkan penggunaan pupuk dan pestisida anorganik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pertanian Pemprov Jawa Timur Nasikin mengatakan saat ini yang harus diperhatikan serius yakni mengembalikan peningkatan pendapatan petani apel. Penggunaan pupuk organik menurut dia merupakan salah satu alternatif karena biayanya yang murah juga mempertahankan kesuburan tanah.

“Dengan pupuk organik, selain memperbaiki lingkungan, efisiensi pertanian juga demi kesehatan konsumen,” kata Nasikin disela-sela mengunjungi areal pertanian apel di Tlogorejo, Bumiaji dan menghadiri Farm Field Day kelompok tani Bumijaya 2 Binangun, Bumiaji.(van/eno)
(Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s