ATLAS Aksi di Jalanan Tolak Penurunan Harga BBM

Penurunan harga premium di Indonesia sebesar Rp 500/liter per tanggal 1 Desember 2008 mendatang dianggap tidak proporsional dengan penurunan harga minyak dunia. Keputusan itu memantik rekasi puluhan mahasiswa UMM yang tergabung dalam Aliansi Lintas Mahasiswa (ATLAS). Kemarin siang mereka turun ke jalan menuntut pemerintah menurunkan bensin jenis premium sesuai dengan harga minyak dunia.

Korlap aksi Ainur Ridho mengatakan, dengan turunnya harga minyak dunia yang lebih dari 50 persen, yakni dari harga 147 dollar per barrel pada bulan Juli lalu menjadi sekitar 50 dollar per barrel pada saat ini, seharusnya penurunan harga premium tidak hanya Rp 500/liter. Paling tidak jumlah penurunannya berkisar antara Rp 2.500-3.000/liternya.

“Ada ketimpangan yang terjadi dalam proses penurunan harga premium di Indonesia. Jika di dunia harga minyak menurun lebih dari separonya, kenapa di Indonesia hanya turun Rp 500/liter? Seharusnya dengan harga minyak dunia saat ini, kita sudah bisa menikmati harga bensin seperti harga semula,” ungkap Ainur Ridho pada Malang Post usai memimpin aksi yang digelar di Jalan Merdeka Utara.

Penurunan harga yang hanya terjadi pada BBM jenis premium ini lanjut Ainur, juga masih kurang berdampak pada rakyat. Menurutnya, langkah pemerintah ini hanya berdampak pada pelaku industri yang menggunakan premium dalam proses industri mereka, atau paling tidak transportasi. Dan parahnya, diprediksikan penurunan harga premium yang hanya Rp 500/liter ini tidak akan membuat harga bahan kebutuhan pokok sehari-hari ikut turun.

“Apalagi beberapa hari belakangan ini kurs rupiah terhadap dollar cenderung melemah, yakni mencapai Rp 12.000/dollar. Penurunan Rp 500/dollar sepertinya percuma saja,” sambung mahasiswa berperawakan tinggi ini.

Aksi yang dilakukan ATLAS cukup menarik pengguna jalan. Setelah memblokade Jalan Merdeka Utara untuk beberapa menit, massa bergerak ke arah barat, yakni di perempatan Basuki Rahmat. Di sana, setelah membagi selebaran, puluhan massa ini melakukan aksi tidur di tengah jalan. Meski sempat membuat lalu lintas menjadi padat, tetapi aksi ini tidak sampai membuat macet jalan.

Selain menghendaki turunnya harga BBM secara proporsional, dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, ATLAS juga menuntut agar SKB 4 menteri segera dihapus. Pasalnya SKB yang ditandatangani oleh Mentenakertrans Erman Suparno, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Mendagri Mardianto dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dianggap tidak legitimate.“Yang tak kalah pentingnya yang ingin kami sampaikan dalam aksi ini adalah hapuskan budaya militeristik yang represif dan tidak dialogis,” pungkasnya. (nda/lim)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s