Gandeng Unmer Teliti Lembaga Keuangan Mikro Khas

Presentasi dari para dosen Unmer Malang (Lailatul Rosida/Malang Post)

Presentasi dari para dosen Unmer Malang (Lailatul Rosida/Malang Post)

Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT) menggagas dibentuknya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di beberapa daerah tertinggal. LKM ini dibentuk dengan ciri khas yang sesuai dengan tipologi masing-masing daerah. Sehingga mudah diterima masyarakat dan bisa cepat meningkatkan perekonomian di sana. Karena itulah, Kemeneg PDT menggandeng Universitas Merdeka Malang (Unmer) untuk melakukan survey dan sekaligus penelitian untuk mengkonsep LKM khas yang bisa diterapkan di masing-masing daerah itu.

Menurut Penanggung Jawab Program, Drs Burhan MM, menuturkan melalui pembentukan LKM ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk penuntasan kemiskinan di daerah.

“Tugas kami adalah untuk melakukan penelitian nasional baseline survey untuk pengembangan ekonomi melalui model pembangunan LKM di daerah,” tuturnya.

Kegiatan penelitian ini dilatarbelakangi bahwa program pengentasan kemiskinan tidak terkoordinasi dan kurang berpihak pada masyarakat miskin. Akibatnya kaum miskin semakin bergantung pada pemerintah. Sementara program yang ada selama ini masih tersentral dan dirancang oleh pemerintah seragam di semua derah. Baik itu program pengentasan kemiskinan satu pintu (PNPM), program peningkatan pendapatan kegiatan keuangan mikro (dana bergulir). Padahal setiap daerah punya kekhasan sendiri.

Karena itulah, dalam penelitian ini ada empat tipologi daerah yang diteliti, yaitu daerah pesisir, daerah pedalaman, daerah kepulauan, dan daerah perbatasan. Ia mencontohkan, di daerah kepulauan yang dilakukan di Buton, diketahui bahwa di sana masyarakat biasa menggunakan kapal untuk jaminan meminjam uang. Sementara di daerah perbatasan yaitu di Papua, diketahui bahwa masyarakat sama sekali tidak memiliki tanah. Di sana mereka hidup di tanah tak bertuan. Sehingga jika LKM dibentuk dengan persyaratan penjaminan berupa sertifikat tanah sangat tidak mungkin dilakukan. Dari informasi yang dihimpun tim dosen FE Unmer yang berjumlah 14 orang itulah diharapkan bisa ditemukan model LKM yang tepat untuk diterapkan di masing-masing daerah itu. Model LKM ini diharapkan sudah rampung digodok pada 24 Desember mendatang.

“Penelitian ini akan terus kami matangkan, dan harapannya bisa menjadi sebuah kebijakan nasional maupun daerah,” tegasnya. (oci) (Lailatul Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s