Guru Tuntut Kepsek Dimutasi

Beberapa guru dan perwakilan wali murid, yang mendatangi Kantor Kepala Desa Pakisaji, siang kemarin. (Agung Priyo/Malang Post)

Beberapa guru dan perwakilan wali murid, yang mendatangi Kantor Kepala Desa Pakisaji, siang kemarin. (Agung Priyo/Malang Post)


Sekitar tujuh guru dan beberapa perwakilan wali murid SDN III Pakisaji kemarin siang mendatangi Kantor Kepala Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji. Mereka meminta Kepala Desa (Kades) Pakisaji, Ahmad Djaelani menyeutujui tuntutan guru yang meminta Kepala Sekolah (Kepsek) SDN III Suprayitno dimutasi.

Alasannya, Suprayitno yang sudah menjabat Kepsek sekitar delapan tahun ini dianggap tidak bisa transparan terhadap para guru tentang penggunaan dana BOS dan dana masukan dari wali murid. Ada dugaan, bahwa dana tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.

“Misalnya, dana yang katanya dibuat untuk biaya ongkos guru les atau biaya pembinaan pramuka dan sebagainya, itu ternyata tidak ada wujudnya. Semua alibi tentang penggunaan dana BOS dan dana wali murid itu semuanya bohong,” ungkap Sri Sugiati, salah satu guru yang juga dibenarkan Siti Fadilah, guru lain.

Bahkan, ketika beberapa guru mencoba mempertanyakan keluaran dana BOS dan dana wali murid, Suprayitno justru mengancam guru. Dan juga meminta agar guru tersebut untuk keluar dari sekolah jika memang sudah tidak kerasan dengan kondisi sekolah.

“Katanya, pengeluaran dana BOS dan dana wali murid itu bukanlah kehendak dan wewenang guru. Jadi kami para guru tidak boleh mengetahui kemana habisnya dana itu. Hanya, dua guru saja yakni Martini, Spd dan Dra Winarni, yang diberitahu. Bahkan, saat kami terus mencoba bertanya, kami diancam akan disantet,” terangnya.

Tujuh guru tersebut juga mengklaim, bahwa tindakan dan tuntutan itu juga disetujui sekitar 135 wali murid, yang sudah tanda tangan. Terpisah, Kades Pakisaji Ahmad Djaelani yang kemarin menemui langsung para guru itu, saat dikonfirmasi akan mendukung langkah yang diambil oleh para guru. Sebab, jika dilihat dari kasusnya memang seharusnya tidak dilakukan oleh Kepala Sekolah, Suprayitno.

“Saya sebagai Kepala Desa Pakisaji, akan mendukung tuntutan para guru. Apalagi, tuntutan itu juga disetujui oleh wali murid. Jadi bagaimana pun juga mereka warga kami yang harus dibela dan didukung selama itu benar,” tandas Ahmad Djaelani.(agp/aim/eno)
(agung Priyo/malangpost)

Iklan

1 Komentar

Filed under Kabupaten Malang, Pendidikan

One response to “Guru Tuntut Kepsek Dimutasi

  1. masedlolur

    kalau guru salah
    atasan guru langsung marah malah-malah menyalahkan

    kalau atasan guru yang salah?
    beranikah atasannya atasan guru memecatnya?

    guru, sebagai bawahan memang nasibmu kudu sabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s