Jual Gadis Rp 300 Ribu, Pelaku Trafficking untuk PSK Ditangkap

Praktik penjualan manusia (trafficking) untuk dilacurkan di lokalisasi digagalkan Polsekta Lowokwaru. Satu pelaku utama, Sri Utami, dibekuk saat sedang bertransaksi di depan SPBU Jl Soekarno Hatta Rabu (26/11) petang kemarin. Wanita 44 tahun ini diamankan bersama satu wanita yang sudah ia ”beli” dari seorang perantara seharga Rp 300 ribu.

Siang kemarin, warga kompleks lokalisasi Cukir Gondang, Desa Karangselem, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ini diserahkan Polsekta Lowokwaru ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang. Kapolsekta Lowokwaru AKP Pudjiharto mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat tentang lokasi di depan SPBU Jl Soekarno Hatta yang kerap dijadikan ajang transaksi perdagangan wanita untuk dijadikan pelacur. ”Informasi yang diperoleh petugas, transaksi dilakukan menjelang sore dengan ciri-ciri pelaku adalah wanita,” katanya.

Ciri-ciri pelaku sama persis dengan Sri Utami. Yakni berbadan gemuk berambut sebahu dan kerap mengenakan pakaian ala perawat.

Sekitar seminggu melakukan penyelidikan di sekitar TKP, Rabu sore sekitar 17.30 kemarin, petugas menemukan wanita dengan ciri-ciri yang dimaksud. Saat ditangkap, Sri sempat mengelak dan membantah jika dirinya adalah penjual wanita untuk dilacurkan.

Berdasar kecurigaan itu, polisi membawa pelaku dan korban ke mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, Sri akhirnya mengaku jika dirinya adalah germo yang akan menjual korban Leni ke sejumlah cafe di lokalisasi Pasuruan.

Sementara, korban yang bertempat tinggal di Kepanjen ini tidak tahu jika akan dilacurkan oleh Sri. Kepada Leni, Sri menjanjikan korban akan dipekerjakan di rumah makan.

Bagaimana Sri kenal dengan korban? Di sela-sela gelar perkara kemarin, Sri menjelaskan, dirinya kenal korban yang berusia 25 tahun ini melalui jasa dua wanita yang baru ia kenal, yakni Indah dan Tini. ”Mereka saya kenal dari seseorang wanita yang datang menemui saya di rumah saudara saya di Jl Muharto V, Kedungkandang,” ujar Sri.

Dua orang itu mengatakan bisa menyediakan wanita yang bersedia untuk dilacurkan dengan harga murah. Kepada Indah dan Tini, Sri Utami minta disediakan enam wanita muda. Satu wanita akan ia bandrol seharga Rp 150 ribu. Sebagai tanda jadi, uang muka sebesar Rp 300 ribu dan satu unit HP Nokia diserahkan pada dua wanita itu.

Transaksi dengan kedua wanita ini pun dilakukan Sri di depan SPBU Jl Soekarno Hatta, Rabu sore. Korban dipandu melalui telepon untuk datang ke titik lokasi transaksi. Sri mengaku sempat heran karena jumlah korban yang datang menemuinya hanya satu orang. Padahal dia pesan enam orang.

Karena transaksi dilakukan di tempat terbuka dan rawan diketahui, Sri bergegas ingin pergi bersama Leni. Belum sempat beranjak, mendadak ada polisi berpakaian preman menyergapnya. ”Saya tidak menyangka jika aksi saya akan terungkap polisi,” kata Sri yang mengaku baru sekali merekrut wanita asal Malang untuk dijadikan PSK (pekerja seks komersial).

Sementara, pemeriksaan terhadap Leni bisa diketahui bahwa jaringan ini sangat tertutup. Sebelum sampai di tangan tersangka, korban terlebih dulu kenal dengan tiga orang. Yakni Indah, Tini, dan seorang pria bernama Edy. Polisi kini memburu tiga nama ini.

Edy yang dikenal korban di Terminal Arjosari menjanjikan pekerjaan sebagai pegawai rumah makan di Pasuruan dengan gaji sekitar Rp 750 ribu per bulan. Caranya, dia diberi nomor telepon Indah untuk menerima petunjuk selanjutnya. Oleh Indah, Leni disarankan menemui Sri Utami, orang yang bakal mengantarkan ke tempat kerjaan di Pasuruan. Sri sendiri akan menunggunya di depan SPBU Jl Soekarno Hatta. (mas/war/radarmalang)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s