ASI Tetap Nomor Satu

Air Susu Ibu (ASI) ternyata tidak hanya makanan terbaik bagi bayi. Namun juga bagi ibu. Selama ini yang terjadi di masyarakat, banyak yang mengatakan bahwa menyusui bayi akan menyebabkan bentuk tubuh si ibu menjadi menjadi melar.

Ternyata itu semua salah. Pemberian ASI malah akan membantu perut ibu mengecil. ”Uterus yang membesar akibat melahirkan akan terbantu untuk segera mengecil dengan pemberian ASI,” papar dr. Lintang. Dan yang paling penting, pemberian ASI ternyata juga memberikan kontribusi yang besar untuk mencegah terjadinya kanker Payudara. ”Banyak kanker payudara juga dipicu oleh pola pemberian ASI yang tidak maksimal,” imbuhnya.

Secara medis, pemberian ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif pada bayi penting dilakukan selama 6 bulan pertama kelahiran bayi. Pada masa itu, ASI adalah makanan pokok bayi yang lebih baik diberikan secara eksklusif. Kapan pun bayi mau dan tanpa asupan makanan pengganti lain.

Selain pasokan gizi secara material, ASI juga pemenuh kebutuhan psikologis bayi. Bayi yang masih terus beradaptasi dengan dunia baru sangat membutuhkan asupan psikologis yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jiwanya.

Sebaliknya, ibu pun secara psikologis juga akan mendapatkan manfaat yang sama. Akan terjalin keakraban dan komunikasi yang sehat dan kuat diantara ibu dan bayi.

Namun, pada masa pemberian ASI ini memang sebaiknya ada beberapa hal bijak yang harus dilakukan oleh ibu. Terutama dalam hal diet atau pola makan. Sebab semua yang dicerna oleh sang ibu akan terkandung dalam ASI yang juga akan dicerna oleh bayi.

Maka sejumlah makanan yang ber cita rasa kuat tidak dianjurkan untuk dicerna ibu dalam masa menyusui. Makanan yang pedas, manis, atau asin dan kecut seharusnya dihindari lebih dulu. ”Makanan itu bisa menyebabkan bayi mencret,” katanya.

Ada pula beberapa pantangan makanan yang tidak dianjurkan dalam masa setelah kelahiran. Dr. Zulkarnaen Pohan, menyebutkan makanan yang mengandung tingkat garam yang tinggi sebaiknya dihindari. ”Garam itu bersifat menahan air didalam tubuh,” ujarnya.

Sehingga pada ibu yang baru saja menyusui, banyak garam dapat menyebabkan tubuh membengkak setelah melahirkan. Sebab banyak air yang tidak dapat dikeluarkan akibat terhalang oleh garam yang bersifat pekat.

Dr. Zulkarnaen juga menganjurkan agar ibu hamil banyak-banyak mengkonsumsi Protein. Kandungan Protein penting untuk mengganti banyak darah yang hilang di masa akibat melahirkan dan menyusui. (mp1/eno)
(mp-1/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s