Dua Gadis ‘Preman’ Masuk Penjara

(muflikh/mp)

(muflikh/mp)


Setelah Jumat kemarin ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (29/11), Ervina Wulandari atau Vina (19 tahun) dan Lia Kurniawati (18 tahun) dijebloskan penjara.

Dua pelajar SMA Cokroaminoto kelas XII IPS ini, harus meringkuk di penjara khusus wanita di Mapolresta Malang. Keduanya ditahan setelah diperiksa penyidik PPA (Pelayanan Perempuan Anak) Mapolresta Malang, Sabtu siang.

Proses penahanan keduanya sendiri, diiringi isak tangis Mimik Bintarti, ibunda Lia, yang datang selang satu jam setelah anaknya mendatangi ruang penyidikan PPA Mapolresta.

Lia sendiri yang Jumat kemarin sempat dicari petugas, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mengeroyok teman sekelasnya, Dian Mujianti, baru Sabtu pagi sekitar pukul 09.00, mendatangi ruang penyidikan dengan diantarkan beberapa temannya.

Tidak berapa lama dari kedatangan Lia, petugas langsung melakukan penyidikan. Sementara dalam waktu bersamaan, Vina sudah berada di dalam ruangan. Saat diperiksa, Lia sempat dikunjungi ibunya di ruang pemeriksaan.

Lia sendiri mengakui, dia melakukan penganiayaan karena terpancing emosi Vina. Lia yang selama diwawancarai terus menutupi wajahnya dengan boneka itu, sekilas terlihat seperti gadis pendiam.
Namun saat bercerita, dengan runtut Lia bisa melukiskan kejadian di tempat kos Vina tersebut.
Awalnya, kata Lia, Vina menanyakan ucapan Dian kalau empat temannya bawaan om-om. Tapi Dian menjawab berbeda. Karena jawaban itulah, Vina emosi dan memukul Dian.

‘’Saya tidak memukul, tapi menampar pipi Dian dua kali. Saya sampai ikut memukul, karena sudah ikut emosi saat Dian ditanya dan dijawab asal-asalan. Apalagi Vina ngamuk sampai memukul Dian. Saya lebih emosi karena sebelumnya pacar saya sempat memukul saya, karena perkataan Dian. Makanya, saya sampai menampar Dian,’’ ujar Lia.

Padahal, lanjut Lia, antara dia dan Vina serta korban, sebenarnya Senin (24/11) malam sempat bertemu. Dalam pertemuan itu, mereka sudah sempat membicarakan ucapan Dian. Namun, malah ditimpali dengan gaya bergurau, yakni diajak menjual diri semua.

‘’Dian sempat kami tanya, apa benar dia bilang kami ini biasa dibawa om-om. Tapi waktu itu malah dijawab, agar kami menjual diri saja semua. Malahan, sempat mengatakan, Vina harganya Rp 500 ribu, ada juga Rp 225 ribu dan Dian sendiri Rp 1,250 juta. Karena tidak serius itulah, makanya kami lanjutkan Rabu (kejadian pengeroyokan, Red.),’’ kata Lia seraya menambahkan, Senin malam mmang ada rencana ke Bale Barong Café, namun tidak jadi.

Sama halnya dengan Vina, Lia sendiri juga tidak ingin masuk penjara. ‘’Saya belum siap ditahan. Saya akui, saya salah. Apalagi, saya masih sekolah. Mendingan, Mas saja yang ditahan. Memangnya, nanti berapa lama ditahannya,’’ tanya Vina dan Lia nyaris bersamaan kepada Malang Post.

Terkait masalah yang dialami Lia hingga harus ditahan, Mimik Bintarti, Ibu Lia mengaku sudah sering mengingatkan Lia. Karenanya, Mimik sempat kaget ketika tahu Lia dicari polisi.

‘’Usai pindah dari Salahudin, Lia kerap kali saya ingatkan sekolahnya. Untungnya, dia masih mau menurut walaupun akhirnya sempat pergi dari rumah karena tidak terima saya ingatkan,’’ cerita Mimik Bintarti selama menunggu kelanjutan status tersangka anaknya yang akhirnya dilakukan penahanan.

Namun, ibu empat anak ini pun spontan shock, ketika mengetahui anaknya harus dimasukkan ke terali besi. Dengan sesekali melihat petugas membawa ke tahanan wanita, ibu ini pun hanya bisa menangis.
‘’Saya kasihan sekolahnya (Lia). Makanya, nanti saya akan berusaha agar Lia bisa diberi penangguhan tahanan,’’ katanya seraya sesekali mengusap air mata.

Sebagaimana diberitakan, Vina dan Lia dijerat Pasal 170 KUHP karena aksi pengeroyokan terhadap Dian. Korban sendiri akibat kejadian itu, sempat dipukul di muka dan kepala serta disulut rokok di kaki kirinya.
Peristiwa sendiri, dipicu setelah Dian yang menurut tersangka sempat mengatakan kalau mereka bawaan om-om, tidak mengaku. Selain Vina dan Lia, sebenarnya masih ada lima anggota ‘geng’ lainnya. Yakni Ayu, Ria, Afrilia, Vera dan Erna. Namun kelima cewek ini masih menjadi saksi. (sit/avi)
(sigit rokhmand/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s