Pribadi Pelaku Kekerasan: Vina Disegani Karena Angkuh

Di balik wajahnya yang terkesan anggun, Ervina Wulandari atau biasa disapa Vina, satu dari dua siswi Kelas XII IPS SMA Cokroaminoto, yang harus mendekam di rutan Mapolresta Malang, ternyata memiliki kepribadian tersendiri.

Selain sifatnya yang sangat beda dengan gadis sebayanya, Vina ternyata sosok yang angkuh dan mengarah ke mokong. Termasuk, pandai dalam berkelit dan jarang terlihat kerap bersama keluarga.
Kesan itulah yang diperlihatkan Vina, selama menjalani pemeriksaan petugas. Gadis yang sering mengelak ketika ditanya seberapa dalam keterlibatannya dalam pengeroyokan itu, memilih dimarahi daripada mengakui perbuatannya.

Yang tidak kalah menarik, Vina yang diketahui berasal dari Kecamatan Singosari, tidak segan-segan menyembunyikan asalnya. Bahkan dia sempat mengaku berasal dari Kalimantan. Tapi suatu ketika, dia juga sempat mengaku dari Lawang.

Kesan angkuh itu, tampaknya juga menjadi sifat wanita berambut poni itu. Bisa jadi karena keangkuhan itulah, membuat Vina disegani dikelasnya. Bahkan, beberapa temannya di SMA Cokroaminoto, terlihat ketakutan untuk bercerita soal keseharian Vina di sekolah.

Vina sendiri, adalah murid pindahan dari SMIP Prajnaparami ke SMA Cokroaminoto atau hanya pindah kelas karena kedua sekolah masih satu yayasan dan satu areal sekolah.

‘’Dari SMIP jurusan Perhotelan, saat naik ke kelas II, dia pindah ke SMA Cokroaminoto. Sampai sekarang, Vina sebenarnya tidak memiliki catatan buruk,’’ kata Kepala Sekolah SMA Cokroaminoto, Drs H Soeradjie Saputra SH MBA PHd.

Di sekolah sendiri, catatan prestasinya dalam kategori biasa-biasa saja. Artinya, nilai-nilai rapotnya tidak ada yang bermasalah sehingga membuatnya tidak sampai tinggal di kelas.

‘’Mata pelajaran yang paling menonjol, mungkin Bahasa Indonesia. Nilai raportnya kalau tidak salah 7. Sementara pelajaran sosiolosi atau antropolosi, itu antara 6,5. Namun, ya tidak masuk dalam kategori juara atau pun paling bawah di kelas,’’ lanjutnya.

Keunikan Vina selain di sekolah, juga ditemui Malang Post di kosannya di Jalan Tumenggung Suryo 76, Kecamatan Blimbing. Vina yang menempati kamar kos nomor dua dari pintu masuk. Dalam kamar yang disewa Rp Rp 165 ribu/bulan itu, Vina sering mengajak teman-temannya di luar jam malam. Hanya saja, mulai awal Vina indekos, orang tuanya tidak ikut mengantar, seperti pelajar lainnya. Vina sendiri juga jarang berkomunikasi dengan orang tuanya.

‘’Wina di sini masih baru. Pertama kali kos, itu datang ke sininya ya sendirian. Orang tuanya tidak menyertai. Begitu juga selama di sini, banyak dikunjungi teman-teman sebayanya. Anaknya sendiri, memang jarang sekali terlihat menelepon orang tuanya,’’ kata Andri Saputra, penjaga indekos yang memiliki kamar 20 kamar itu.

Ditanya aktivitas Vina, Andri mengatakan, kalau di kosan dia lebih banyak di dalam kamar. Termasuk, ketika temannya mengunjunginya. Hanya sesekali nongkrong di luar (pelataran).

‘’Selama ini, saya jarang melihatnya keluar malam. Itu karena, di sini juga membatasi jam malam. Kalau tamu, maksimal sampai jam 21.00. Sebaliknya kalau tamu cewek, kalau tidak punya alasan yang kuat, tidak diberi izin untuk menginap,” imbuh Andri. (sigit rokhmad) (sigit rokhmandmalangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s