Waspadai Gagal Nafas pada Bayi

bayiDiantara tingginya tingkat kematian bayi di Indonesia sebesar 41 persen dari jumlah total kelahiran, 30 persen diantaranya adalah kematian pada saat pasca kelahiran atau perinatal. Dari data Depkes tahun 2001 menunjukkkan, tingkat pertama penyebab kematian bayi di sebabkan Asfiksia Neonatorum. Keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir.

Hal itu terjadi karena bayi tidak mendapat perlakuan resusitasi atau pertolongan pernafasan yang tidak tepat. Pada bayi yang baru melahirkan, bayi akan mengalami beberapa adaptasi pertama. Jika sebelumnya mereka hidup nyaman dalam rahim ibu yang hangat, sesaat setelah keluar dari tubuh ibu bayi harus melakukan adaptasi besar terhadap lingkungan.

Direktur RSIA Hermina Tangkuban Perahu Dr. Zulkarnaen Pohan, mengatakan salah satunya telinga mereka akan mulai peka mendengar. “Dan pernafsan mereka akan mulai menyerap oksigen dari udara,” ujar mantan Direktur RST. Sopraoen ini kepada Malang Post di kantornya kemarin.

Dalam adaptasi pertama bayi bernafas dengan oksigen melalui udara inilah terkadang timbul beberapa kendala yang menyebabkan bayi kesulitan bernafas. ”Itu disebabkan paru-paru tidak bisa mengembang,” imbuhnya.

Ciri-ciri paling umum ketika bayi mengalami gagal pernafasan adalah setelah ari-ari dipotong dari ibunya dan bayi tidak mengeluarkan suara tangis.

Sebab ketika ari-ari telah dipotong, suplai oksigen yang sebelumnya diberikan melalui darah oleh ibu otomatis akan berhenti. Bayi harus mulai mengisi paru-paru mereka dengan oksigen yang dihirup dari udara.

Ketika bayi tidak menangis, harus di waspadai bahwa mereka mengalami gagal pernafasan. Bila bayi anda mengalami hal ini, serahkan pada perawat untuk melakukan tindakan medis terbaik bagi bayi. Perawat akan melakukan beberapa prosedur medis untuk mengatasi masalah ini.

”Ada empat tahap untuk mengatasi gangguan pernafasan,” ucap Zulkarnaen. Tahap pertama adalah membersihkan saluran pernafasan bayi. Menurutnya, pada persalinan sering kali saluran pernafasan bayi dipenuhi oleh cairan yang mengganggu aliran udara keparu-paru. Tahap pertama baisanya dilakuakn dengan pemosisian tubuh bayi yang benar dan menghangtakan suhu badan bayi.

Setelah tahap pertama dilakukan, jika bayi tidak juga bergerak maka dilanjutkan pada tahap kedua, yaitu penggunaan alat bantu pernafasan. Pada tahap ini, perawat biasanya akan menggunakan semacam balon penghisap atau kateter untuk membersihkan mulut dan hidung.

Kemudian perawat juga akan memberikan sejumlah rangsangan pada tubuh, dengan cara tepukan di sejumlah anggota tubuh. ”Rangsangan itu disebut rangsangan taktil,” ucapnya. Di tahap ini bayi anda akan disentil tepuk di bagian kaki atau digosok dengan telapak tangan di bagian perut dan dada atau memberikan rangsangan taktil.

Namun ada beberapa hal yang dilarang saat melakukan rangsangan taktil. Antara lain, menepuk punggung, menekan rongga dada, menekan paha ke perut, menggunakakan kompres dingin, menggoyang-goyang tubuh, dan mendilatasi Stingfer atau memasukkan jari kedalam uterus.

”Itu produk lama dan membahayakan bayi,” imbuh dr. Lintang. Namun jika pada tiga tahap itu kondisi bayi tidak kunjung membaik, maka bayi akan diberi pertolongan medis dengan pemakaian alat bantu pernafasan atau ventilator khusus. Alat yang menggunakan piranti selang khusus ini akan memasok kebutuhan oksigen langsung ke paru-paru bayi.(mp1/eno) (mp-1/malangpost)

Iklan

1 Komentar

Filed under Indonesia, Malang

One response to “Waspadai Gagal Nafas pada Bayi

  1. leo

    trus apakah bayi bisa tumbuh dengan normal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s