18 Kasus Penularan HIV dari Ibu ke Bayi

Meski tidak menduduki peringkat teratas, tetapi penularan virus HIV dari ibu ke anak di Malang cukup memprihatinkan. Sedikitnya telah ditemukan 18 kasus penularan virus HIV dari ibu kepada bayinya, 16 kasus di antaranya tercatat di RS Saiful Anwar dan 2 kasus di RSI Malang.

Kasubag Humas RSI Malang, Dedik Darwanto S.Psi. mengatakan, penularan virus HIV dari ibu ke anak ini disebabkan beberapa hal. Pertama, ketidaktahuan orang tua jika mengidap penyakit AIDS pada saat berhubungan. Sedangkan yang kedua, orang tua mengetahui dirinya mengidap AIDS tetapi pada saat berhubungan, pertemuan antara sperma dan ovum berbuah berhasil menjadi zigot dan berkembang menjadi embrio.

“Bisa saja terjadi karena orang tua tidak mengetahui jika mereka mengidap AIDS. Kemudian bisa juga terjadi karena pada saat berhubungan tidak menggunakan pengaman,” ujar Dedik pada Malang Post, kemarin.

Untuk mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu ke anak dari kasus yang pertama, sebaiknya sebelum menikah, kedua calon pengantin harus memeriksakan diri. Kalau diketahui salah satu di antaranya mengidap AIDS, harus terbuka kepada pasangannya. Dedik menjelaskan, kasus yang seperti ini pernah terjadi di RSI. Sang istri yang ditinggal mati suaminya, tertular virus HIV, termasuk kedua anaknya.

“Si istri malah mengira kalau si suami yang dahulunya mantan pengguna narkoba meninggal karena TBC. Tidak tahunya karena AIDS. Dan begitu si suami meninggal, si istri baru tahu kalau dia tertular HIV,” jelasnya.

Pria yang berdomisili di Tumpang ini melanjutkan, untuk kasus yang kedua, penularan HIV dari ibu ke anak bisa dicegah. Yakni ketika sebelum berhubungan, orang tua harus mengikuti pengobatan Anti Retro Viral (ARV). Pengobatan ini berguna untuk mengurangi perkembangan virus HIV di dalam tubuh pengidap. Sebelum berhubungan, wajib menjalani CT4 untuk melihat jumlah dan kekuatan virus.

“Kalau jumlah dan kekuatannya berkurang, mereka baru boleh berhubungan,” sambungnya.
Langkah yang ditempuh ini memang cukup merepotkan. Namun orang tua harus bisa berkorban demi masa depan anaknya. Apalagi balita yang mengidap penyakit mematikan ini lebih rentan dibanding orang dewasa.(nda/lim)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s