Caleg Masih Konvensional Meraih Simpati

Para Calon Legislatif mengikuti Pelatihan Candidat School strategi pemenangan calon anggota Legislatif di Hotel Pelangi Malang. (Muhaimin/Malang Post)

Para Calon Legislatif mengikuti Pelatihan Candidat School strategi pemenangan calon anggota Legislatif di Hotel Pelangi Malang. (Muhaimin/Malang Post)

Calon anggota Legislatif yang akan bertarung pada Pemilu 2009 masih banyak yang menggunakan sistem manual dan konvensional dalam meraih simpatik pemilih. Bahkan, komunikasi dan jaringan yang dibangun masih sebatas menggunakan kekerabatan, tidak menggunakan analisa SWOT dan sistem komunikasi yang modern.

Hal itu terungkap dalam kandidat school strategi pemenangan calon anggota Legislatif yang digelar Konsorsium Keadilan dan Kedamaian (KKK) di Hotel Pelangi Malang selama tiga hari kemarin.

Menurut Khusnul Hakim dari KKK, para Caleg yang mengikuti pelatihan pemenangan masih banyak yang lemah dalam melakukan komunikasi dan membangunan jaringan massa. “Kelemahannya pada komunikasi yang dibangun, baik langsung atupun langsung. Mereka masih mengandalkan komunikasi kekerabatan untuk membangun jaringan tanpa melakukan analisa SWOT. Padahal, mereka perlu melakukan analisa SWOT untuk mengetahui kekurangan, strategi dan kelamahannya,” kata Khusnul kepada Malang Post, kemarin.

Pelatihan yang digelarnya tidak hanya untuk salah satu Parpol. Caleg yang mengikuti pelatihan dari lintas Parpol yang ada di Malang raya. Bahkan, ada satu calon anggota DPD dari Surabaya yang juga ikut hadir dalam pelatihan kelas kecil itu.

Meski jumlah Caleg di Malang Raya jumlahnya mencapai ribuan, pelatihan itu hanya diikuti 25 orang Caleg dari berbagai partai antara lain, PIB, Partai Hanura, PKB, Partai Demokrat dan PSI serta calon anggota DPD Jatim.“Sudah kali kedua kami menggelar Candidat School. Sengaja kami batasi hanya 25 orang agar dapat berjalan efektif dan mudah dilakukan evaluasi,” ungkapnya.

Selain memberikan materi strategi pemenangan pada Pemilu 2009 mendatang, KKK juga ingin menjadikan Caleg pada Pemilu 2009 dapat menjadi calon anggota legislatif yang bersih. Belakangan, politisi yang duduk di kursi Legislatif banyak yang mendapat sorotan karena tidak bersih.

Untuk memberikan materi pemenangan Pemilu 2009, KKK yang bekerjasama dengan salah satu organisasi di Jerman mengundang beberapa pemateri handal baik dalam komunikasi politik maupun komunikasi massa, beberapa diantaranya, Mas’ud Said, Direktur Organisasi di Jerman, seniman asal Yogyakarta, Yaya Yatmaka dan lainnya.

“Bagaimana membuat spanduk yang efektif dan menarik serta kiat pemenangan Pemilu 2009, semuanya diberikan pada para Caleg yang mengikuti pelatihan selama tiga hari itu,” tandasnya. (aim/udi) (Muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s