HARGA BENSIN TURUN

Mulai dini hari tadi, masyarakat Kota Malang dan daerah lainnya di Indonesia bisa menikmati bahan bakar minyak jenis premium dengan harga Rp 500/liter lebih murah dari biasanya. Sesuai janji yang disampaikan awal November lalu, pemerintah telah menurunkan harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 perliternya mulai hari ini.

Kepastian turunnya harga premium yang baru pertama kali terjadi di Indonesia ini, disampaikan Sales Area Manager Pertamina Malang, Jumali, siang kemarin. Keputusan dari pemerintah yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sudah dilaksanakan oleh pihak Pertamina. Khusus untuk area Malang, surat pemberitahuan kepada SPBU-SPBU disampaikan kemarin malam.

‘’Informasi turunnya harga premium ini sudah disampaikan kepada kami jauh-jauh hari lalu. Namun untuk resminya, baru hari ini kami terima dari Surabaya. Malamnya langsung kami sebar ke SPBU-SPBU di area Malang, seperti ketika kami menyebarkan surat pemberitahuan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu,’’ tutur Jumali ketika dihubungi Malang Post.

DPC Hiswana Migas Malang sendiri juga telah menerima informasi turunnya harga premium langsung dari pihak Pertamina. Ketua DPC Hiswana Migas Malang, Rizal Pahlevi menjelaskan, sekitar seminggu yang lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina tentang penurunan harga premium. Saat itu juga, Pertamina menginstruksikan kepada SPBU agar pada tanggal 1 Desember tidak ada stok premium yang kosong.

‘’Selain adanya informasi kepastian tanggal 1 Desember harga premium turun, dalam koordinasi tersebut pihak Pertamina juga menginstruksikan agar stok premium tidak boleh kosong. Kalau ini sampai terjadi, maka Pertamina akan memberikan sanksi yang tegas kepada SPBU tersebut, yakni selama dua minggu tidak akan dikirim premium. Sanksi tegas ini diberlakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan premium dengan mudah,’’ ungkap Rizal.

Untuk menjaga agar instruksi tersebut dijalankan oleh seluruh SPBU, Pertamina akan turun tangan sendiri memonitor setiap SPBU. Pengawasan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. Selama itu, pihak Pertamina belum menemukan SPBU di Malang yang melakukan kecurangan dengan sengaja mengosongkan stok premiumnya hingga mendekati hari ini.

Akibat adanya pengumuman turunnya harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 perliter, penjualan BBM jenis ini di beberapa SPBU di Kota Malang mengalami penurunan dalam seminggu ini.
Diakui oleh pengawas SPBU Mayjen Wiyono (SKI), Joko Santoso, dalam satu minggu ini memang SPBU tidak seramai hari-hari sebelumnya.

‘’Memang tidak sampai kosong sama sekali, tetapi ada pengurangan. Mungkin saja konsumen yang datang hari ini terpaksa beli karena memang sudah kehabisan bensin,’’ kata Joko ketika ditemui Malang Post diruangkerjanya.

Sepinya konsumen premium ini juga dirasakan oleh SPBU lain, yakni seperti SPBU Panglima Sudirman dan SPBU Brantas. Karyawan SPBU Brantas, Yanuar S. mengaku beberapa hari ini kendaraan pribadi jarang yang mengisi bensin.

‘’Kalau kendaraan umum seperti mikrolet dan truk-truk angkutan mau tidak mau tetap mengisi. Sebab mereka kan harus bekerja dengan mobilnya,’’ ujar Yanuar.

Sementara itu turunnya jumlah penjualan premium di SPBU juga berimbas kepada permintaan premium dari SPBU ke Pertamina. Dari data yang dimiliki oleh Pertamina, tercatat pada hari Jumat (28/11) lalu, jumlah permintaan premium dari SPBU berkurang 25 persen dari biasanya. Diyakini jika penurunan permintaan premium ini lebih besar di hari Sabtu (29/11) dan Minggu (30/11) kemarin. (nda/avi)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s