Pedagang Liar Di Rampal Diusir

Pedagang liar ini diusir petugas Kodim 0833 Kota Malang karena bukan pedagang resmi Wisata Belanja Tugu Rampal. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Pedagang liar ini diusir petugas Kodim 0833 Kota Malang karena bukan pedagang resmi Wisata Belanja Tugu Rampal. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)


Komitmen Kodim 0833 Kota Malang untuk menjaga kerapian dan kebersihan di kawasan Wisata Belanja Tugu Rampal dibuktikan. Kemarin pagi, puluhan pedagang yang tidak terdaftar sebagai pedagang resmi kawasan Wisata Belanja Tugu Rampal ini diusir keluar oleh beberapa petugas yang berjaga.

Tindakan tegas yang dilakukan oleh petugas cukup efektif. Meski tindakan tersebut tidak dilakukan dengan kasar, tetapi para pedagang liar yang kebanyakan menempati sisi timur di blok selatan ini langsung mematuhi instruksi tersebut. Mulai dari pedagang pakaian, makanan hingga mainan anak langsung membereskan barang dagangannya dan segera pergi dari lokasi tersebut.

Pemandangan ini sempat menarik perhatian para pengunjung yang kebetulan melewati lokasi itu dan beberapa pedagang resmi yang berada di blok tersebut. Baik pengunjung dan pedagang resmi sama-sama setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Kodim 0833 Kota Malang tersebut.

“Pedagang liar memang sudah seharusnya dari dahulu ditindak tegas. Kehadiran mereka bisa membuat omset dagangan pedagang resmi berkurang, meski tidak banyak,” ujar salah seorang pedagang pakaian, Kartika kepada Malang Post.

Mahmudi, salah seorang Ketua Blok Wisata Belanja Tugu, mengaku, para pedagang resmi memang sangat menjaga agar daerahnya tidak dimasuki pedagang liar yang menyebabkan kawasan ini menjadi tidak rapi. Bahkan ia sendiri selalu aktif untuk menjaga agar bloknya tidak dimasuki pedagang liar.
“Di blok ini, selalu saya jaga agar tidak ada pedagang liarnya. Bahkan satu pedagang tahu sumedang yang bukan pedagang resmi saya suruh pergi karena kedapatan berada di blok ini,” tegas Mahmudi pada Malang Post.

Tidak hanya mengusir pedagang liar yang berada di dalam kawasan Wisata Belanja Tugu, pihak Kodim 0833 Kota Malang pun juga berupaya mencegah agar tidak ada satu pedagang liar pun yang masuk dalam kawasan tersebut pascapengusiran. Dari pantauan Malang Post, seorang pedagang cilok tidak diperbolehkan masuk oleh petugas yang sudah siap berjaga di depan gerbang masuk.

Karena tidak diizinkan masuk, pedagang liar ini pun hanya bisa berdiri di seberang gerbang masuk. “Iya, mbak. Saya tidak diizinkan masuk sama petugas. Terpaksa menunggu pembeli di sini saja,” ujar salah seorang pedagang susu cair yang enggan disebutkan namanya. (nda/lim)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s