Senang Penjarakan ‘Preman’ Cewek

Dian Mujianti, siswi SMA Cokroaminoto yang menjadi korban premanisme dua temannya, mengaku tak akan mencabut laporannya. Padahal gara-gara laporan dia ke polisi itulah, Ervina Wulandari atau Vina, 19 tahun dan Lia Kurniawati, 18 tahun, harus berurusan dengan polisi dan dijebloskan ke penjara.
Padahal Vina dan Lia, adalah teman sekolah dia. Bahkan antara Dian dengan Vina dan Lia, adalah sahabat yang sering bermain bersama-sama.

Bahkan selain tak akan mencabut laporan, Dian mengaku senang Vina dan Lia dijebloskan ke penjara. Alasannya, biar dua ‘preman’ cewek asal SMA Cokroaminoto itu jera, sekaligus dari pembelajaran.
‘’Saya senang mereka ditahan. Apalagi, ini juga bagian dari pembelajaran. Biar saja mereka ditahan, karena memang mereka sudah berbuat kejahatan,’’ kata Dian.

Karena itulah, saat orang tua Vina berkunjung ke tempat kosnya, Dian mengaku menerima kedatangan itu. Tapi permintaan untuk mencabut laporan, tidak dikabulkan.

Orang tua Vina sendiri, mengaku bakal segera mengajukan penangguhan untuk Vina. Alasanya, karena terkait masa depan anak Vina dan kegiatan belajar-mengajar yang selama ini dilakoninya.
‘’Siapa pun tidak ingin anaknya harus ditahan. Makanya, kami akan mencoba untuk melakukan penangguhan penahanan terhadap Vina. Kasihan dia dan masa depannya nanti,’’ kata orang tua Vina, Antok Priyadi, kemarin.

Antok sendiri mengakui, pemicu anaknya hingga berbuat nekad, karena tipihal Vina sendiri. ‘’Anak saya itu tipikalnya memang keras. Tapi meski begitu, saya heran kenapa sampai berbuat nekad memukul. Makanya, saya sendiri juga terkejut mengetahui kejadian itu,’’ urai Antok di rumahnya yang berlantai II.

Ditanya mengenai Vina sendiri, bapak lima anak itu mengurai, alasan dia mengapa harus indekos di Malang, tidak lain karena jarak antara rumah dengan tempat sekolah jauh. Karena kasihan tiap hari harus pulang-pergi itulah, makanya sampai diindekoskan.

‘’Sebelum dia kos, setiap paginya dia harus berangkat dari rumah antara jam 05.30 dan 06.00. Sementara pulangnya pun, juga antara 13.30 atau 14.00. Karena kasihan, makanya diindekoskan. Masalahnya kalau dia di rumah, juga terkadang harus membantu mengurusi adik-adiknya,’’ ungkap Antok sesekali diperjelas oleh istrinya.

Dengan sesekali menghisap rokoknya, Antok pun mengatakan, kalau dia sudah membezuk anak kedua dari lima bersaudara di tahanan. Termasuk meminta agar Dian mencabut laporan yang sudah dibuat. (sit/avi) (Sigit Rohnad/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s