“Silakan Mogok Belajar”, YPTT Tanggapi Dingin Demo Siswa

(muflikh farid / malang post)

(muflikh farid / malang post)


Pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT), tetap pada pendiriannya. Mereka tetap tidak mengabulkan tuntutan ratusan siswa SMK YPTT, yang melakukan unjuk rasa di halaman sekolahnya. Kendati dalam aksi demo kedua Sabtu lalu itu, siswa mengancam akan mogok belajar, jika sampai tuntutannya tidak dikabulkan.

Budi Wahyono, Wakil Ketua YPTT yang kemarin dikonfirmasi Malang Post tentang ancaman siswa yang akan mogok belajar, itu hanya tertawa dan menanggapinya dengan dingin. Dia beranggapan bahwa tuntutan para siswa itu sudah berlebihan dan sangat menyimpang.

‘’Jika memang ada yang ingin mogok belajar karena tuntutannya tidak kami penuhi, ya silakan. Nanti yang rugi juga siapa. Yang jelas, kami tetap akan memberikan pelajaran seperti biasa, bagi siswa yang mau masuk sekolah dan belajar,’’ ungkap Budi Wahyono, kepada Malang Post, saat dikonfirmasi via telepon kemarin.

Dari beberapa tuntutan yang disampaikan siswa, lanjut Budi, hanya tambahan jam pelajaran dan menutup jam kosong di kelas, itulah yang akan dituruti. Bahkan, sejak Senin hari ini, Budi memastikan tidak akan ada jam kosong lagi. Termasuk untuk kelas XII akan diberikan jam tambahan, untuk mengejar pelajaran yang ketinggalan.

‘’Kalau tuntutannya seperti tambahan jam kosong dan menutup jam kosong, kami salut dan angkat topi. Namun, jika tuntutannya lain, seperti meminta pengangkatan guru lama dan memberhentikan guru baru, itu sudah diluar tuntutan siswa. Sebab, jika tuntutannya seperti itu, mungkin ada yang menunggangi atau pihak ketiga yang menggerakkan siswa untuk berdemo,’’ jelas Budi.

Dikatakannya, untuk memecahkan permasalahan di sekolah itu, pihaknya telah mendatangkan wali murid. Nyatanya, seluruh wali murid yang hadir ke sekolahannya, mengaku sangat prihatin, dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh anak-anaknya.

Terpisah salah satu siswa SMK Turen, yang kemarin dikonfirmasi tentang kelanjutan mengaku kalau siswa masih menunggu keputusan pengurus yayasan. Jika hasilnya tetap tidak ada tindak lanjut dari tuntutan kami, terpaksa akan mogok belajar.

‘’Untuk sementara aksinya cukup, kami masih menunggu kepastian. Yang jelas, jika memang tuntutan kami itu tidak ada keputusan yang terpaksa kami mogok belajar. Untuk sementara kami menyerahkan permasalahan itu pada pengurus YPTT,’’ ujar salah satu siswa yang namanya enggan disebutkan, ketika dihubungi via telepon kemarin.

Sementara itu terpisah, Kadiknas Kabupaten Malang, Drs Suwandi MM, meminta pengurus YPTT untuk lebih kondusif dalam menangani permasalahan yang dihadapi saat ini. Terlebih dalam mengambil keputusan terkait tuntutan siswa SMK YPTT, yang melakukan unjuk rasa.

‘’Saya minta pihak yayasan harus lebih kondusif dan terbuka. Jangan sampai permasalahan intern yayasan, siswa yang menjadi korban dan menanggung risiko. Kasihan siswa-siswa yang jadi ketinggalan pelajaran, terutama kelas XII, yang sebentar lagi akan menghadapi UN,’’ ungkap Suwandi.

Selain itu, Suwandi, juga menyayangkan tindakan pengurus YPTT yang memberhentikan guru-guru negeri (guru PNS) yang sebelumnya mengajar di SMK YPTT.

Sebab, guru negeri yang ditempatkan di SMK YPTT itu, sifatnya adalah guru bantu, yang sengaja ditempatkan untuk membantu memajukan sekolah swasta.

‘’Sebetulnya dengan adanya guru bantu PNS, itu pihak yayasan YPTT bersyukur, bukannya malah diberhentikan. Sebab guru-guru PNS yang diberhentikan itu, gajinya bukan dari yayasan atau lembaga, tetapi mereka mendapat gaji dari pemerintah,’’ jelasnya.

Tentang tuntutan siswa yang meminta guru dan Kepala Sekolah SMK YPTT untuk mundur, Suwandi, menegaskan bahwa tindakan siswa itu tidak salah. Sebab, yang menilai sehat tidaknya belajar mengajar itu bukan hanya lembaga atau pengurus yayasan, tetapi siswa juga harus boleh menilai sekolahnya.
‘’Dengan tuntutan siswa itu, seharusnya guru dan Kepsek, harus segera merapatkan diri untuk menginterospeksi diri, bukannya hanya diam saja dan menyerahkan sepenuhnya kepada yayasan,’’ tandasnya. (agp/avi) (Agung Priyo/malangpost)

Iklan

1 Komentar

Filed under Kabupaten Malang, Pendidikan

One response to ““Silakan Mogok Belajar”, YPTT Tanggapi Dingin Demo Siswa

  1. Agung Sedayu

    wah sedih juga kalo kayak gini sama-sama keras kepala, kalao nggak salah dulu ini sekolah saya pada tahun 1982 (STM pindad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s