Batu Masih Terlalu Bergantung Pusat

Ketergantungan Pemkot Batu pada anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat cukup tinggi. Kemandirian anggaran yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) masih di bawah 10 persen. Rendahnya kemandirian anggaran itu terlihat dalam nota keuangan RAPBD 2009 senilai Rp 344 miliar sebagaimana yang telah disampaikan eksekutif ke legislatif. “Kemandirian daerah masih kecil, baru enam persen dari total anggaran daerah yang ada,” kata Sekretaris Tim Anggaran (Timggar) Pemkot Batu Susetya Herawan, siang kemarin.

Herawan menyebutkan, dikarenakan kemandirian daerah masih kecil maka untuk mencukupi kebutuhan anggaran, pemkot banyak menggantungkan pemasukan dari pusat. Bentuknya dalam kucuran dana perimbangan daerah. Hal itu, sambung Herawan, dikarenakan potensi daerah memang tidak terlalu besar. Sementara kebutuhan anggarannya cukup besar.

Dia lantas menyebutkan untuk membayar gaji 3.265 pegawai saja, Pemkot Batu dibutuhkan dana sebesar Rp 125 miliar. Jika diprosentasekan, belanja publik dan belanja aparatur atau pegawai juga msih cukup besar. Untuk belanja publik sebanyak 63 persen dan aparatur 37 persen. “Dengan potensi daerah hanya Rp 20 miliar jelas tidak cukup untuk menggaji pegawai pemkot,” katanya.

Dia lantas menyebutkan dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp 344 miliar itu sebenarnya pemkot mengalami defisit anggaran. Yakni, sebesar Rp 15 miliar. Karena, total pendapatan daerah maupun kucuran dana perimbangannya hanya sebesar Rp 329 miliar. Untuk menutupi defisit anggaran itu, bisa dicukupi dengan Silpa (sisa lebih perhitungan tahun anggaran) 2008 sebesar Rp 15 miliar. “Tapi, ini masih estimasi. Karena saat ini penyerapan anggaran masih dilakukan,” kata Kepala Bagian Keuangan Kota Batu ini.

Herawan menambahkan, total RAPBD 2009 itu sebenarnya lebih kecil dibandingkan dengan anggaran sebelumnya. Berdasarkan perhitungan anggaran setelah PAK (perubahan anggaran keuangan) total APBD mencapai sebesar Rp 354 miliar. “Namun, tidak menutup kemungkinan akan bertambah pada PAK,” kata dia. (yak/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s