Dua Gadis Dijual Jadi PSK

Jajak Nur Hidayat (kiri) dan Tutik Nur Aini (kanan) bersama petugas. (MUFLIK FARID/MALANG POST)

Jajak Nur Hidayat (kiri) dan Tutik Nur Aini (kanan) bersama petugas. (MUFLIK FARID/MALANG POST)

Perdagangan anak dan gadis (trafficking) untuk dijadikan Pekerja Sek Komersial (PSK) terulang kembali di Kota Malang. Setelah sebelumnya berhasil menangkap mami asal Pasuruan yakni Sri Utami, kemarin Polsekta Lowokwaru berhasil menangkap Tutik Nur Aini, 56 tahun warga Jalan Prigen Gang Sono I Kabupetan Pasuruan dan Jajak Nur Hidayat, 36 tahun warga Jalan Merbabu, Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Ibu anak ini ditangkap saat membawa dua korbannya yakni Agustin, 21 tahun dan Yunita, 20 tahun, warga Kedungkandang, dari Malang ke Pasuruan. Keduanya akan dijual dan dipekerjakan sebagai PSK di Vila Wilujeng Tretes Pasuruan. Beruntung, aksi keduanya dicium petugas yang langsung menangkapnya
.
“Keduanya kami tangkap di Jalan Letjen Sutoyo, setelah sebelumnya dicurigai telah melakukan transaksi. Pertemuan antara korban dengan kedua tersangka, setelah janjian di Jalan Oro-oro Dowo dekat Soto Lamongan. Sebagai barang bukti keduanya, juga disita mobil Panther L 1096 FC,” kata AKP Pudjiarto, Kapolsekta Lowokwaru kepada Malang Post kemarin.

Diceritakan Pujiharto, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi warga yang curiga dengan berhentinya kendaraan Panther di Jalan Oro-oro Dowo. Setelah mobil berhenti, kedua tersangka tidak turun dari mobil, tapi melakukan komunikasi dengan HP. Sontak warga pun curiga, apalagi plat nomor kendaraannya L. Warga pun menginformasikan ke petugas.

“Dari kecurigaan itu, akhirnya dilakukan pengembangan. Diketahui, keduanya tengah menunggu kedua korban untuk kemudian hendak dibawa ke Tretes. Lalu, anggota pun berhasil mengamankan keduanya di Jalan Letjen Sutoyo. Saat diperiksa, mereka mengaku hendak mempekerjakan kedua gadis yang sudah di mobil,” terangnya.

Sementara Tutik dalam keterangannya mengaku, kalau kedua korban sudah mengetahui rencana tempat kerjanya. Malahan, menurut Tutik, kedua korban sebelumnya sempat mengaku pernah kerja di Dolly Surabaya.

“Karena mereka berdua mau dipekerjakan menjadi PSK, makanya kami ajak. Rencananya, mereka akan kami pekerjakan di Villa Wilujeng, Tretes. Saya sendiri bisa bertemu dengan keduanya melalui perantaram yaitu Nining. Tapi untuk rumah dan alamatnya, saya tidak tahu,” kata Tutik Nur Aini.(sit/lim)
(Sigit Rohnad/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s