Eks Sekdakab Malang Dipenjara

Mantan Sekdakab Malang Achmad Santoso salah satu tersangka Korupsi Kimbun digiring menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kepanjen, dia ditahan di LP Lowokwaru, kemarin. (muflikh / malang post)

Mantan Sekdakab Malang Achmad Santoso salah satu tersangka Korupsi Kimbun digiring menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kepanjen, dia ditahan di LP Lowokwaru, kemarin. (muflikh / malang post)


Mantan Sekdakab Malang, Achmad Santoso, akhirnya dijebloskan ke LP Lowokwaru oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen, kemarin.Tersangka terakhir kasus korupsi Kimbun (Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan) tahun 2004 itu, ditahan setelah diperiksa selama tujuh jam.

Sesuai pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Santoso merupakan tersangka dengan dugaan korupsi terbesar Rp 873 juta.

Penahanan Santoso itu merupakan langkah maju dari Kejaksaan Negeri Kepanjen (Kejari). Pasalnya, Santoso yang didampingi pengacara Haris Fajar Kustaryo, telah mengajukan surat keterangan sakit. Surat tersebut dikirimkan oleh tim penguji Kesehatan RSSA tertanggal 28 November 2008.

Surat keterangan sakit bersifat rahasia tersebut, dikirim langsung kepada Kepala Kejaksaan Negeri Adam MH Sabtu. Berdasarkan penelusuran Malang Post, surat dari tim penguji kesehatan RSSA tersebut bernomor 451/TPK/ML/II/2008. Pengacara Santoso, Haris Fajar Kustaryo mengatakan dengan surat tersebut seharusnya kliennya tidak ditahan.

‘’Yang terpenting, klien kami sudah mengirim surat keterangan sakit, kalau ada apa-apa dengan Pak Santoso itu tanggung jawab kejaksaan,’’ tegas Haris kepada Malang Post, kemarin.

Menurut Haris, kliennya mengidap penancapan batu liver, prostat stadium I dan veti liver (lemah liver). Kata Haris, setiap lima hari sekali, Santoso harus menjalani perawatan kesehatan dengan cara disuntik di atas paha bagian bawah. Haris menilai, dengan kondisi seperti itu maka Santoso bisa saja dijadikan tahanan kota.

‘’Tidak mungkinlah Pak Santoso kabur, ya kita ikuti aturan hukum, pra peradilan salah satu langkah cadangan saja,’’ ungkap Haris.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kepanjen, Adam MH Sabtu mengatakan, kesehatan Santoso tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, sebelum memutuskan menahan mantan Sekdakab itu, Kejari telah berkonsultasi dengan pihak RSSA.

‘’Kesehatan Santoso tidak terlalu merisaukan, kami tetap mendakwa dengan pasal 2 dan 3 (Pasal 2 jo (juncto) pasal 18 UU 31 tahun 1999 jo UU 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi) terendah empat tahun, paling lama 20 tahun kurungan,’’ ungkap Adam.

Sementara itu, pemeriksaan Achmad Santoso berlangsung cukup alot. Pria berambut putih itu menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidana Khusus Nurhadi Puspandoyo SH sejak pukul 10 pagi hingga pukul 17.00 WIB.

Tanpa perlawanan pria bertubuh kurus itu digiring ke mobil tahanan dan dikirim ke LP Lowokwaru. Sekitar pukul 18.30 WIB, Santoso masuk ke LP Lowokwaru, sembari menunggu keputusan hukum yang tetap. (ary/avi) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s