Menghasut Golput Justru Haram

Para ulama Jawa Timur sepakat menegaskan, tindakan menghasut masyarakat untuk bersikap golput dalam Pemilu 2009 tergolong tindakan haram. Pernyataan itu merupakan sebagian dari hasil Bahtsul Masail di Hotel Utami Juanda, Sidoarjo, Jatim, Sabtu (29/11) malam.

Dalam pertemuan itu dibahas rumusan cara berpolitik yang baik dan benar. Beberapa kiai ikut hadir di antaranya, pengasuh Lembaga Pendidikan Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, KH Abdus Salam dan KH Mas Said dari Sidoaresmo. Selain itu, hadir juga KH Syafiuddin dari Sampang, Madura, KH Kholid Busyiri dari Peramean, Madura, Ketua Robithotul Ma’ahid Islamiyah (RMI) Ngawi KH Muqorrobin, dan Ketua RMI Sidoarjo KH Mukhlas.

Kumpulnya para kiai ini disinyalir menyikapi seruan ajakan Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH. Abdurrahman Wahid agar masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya alias golput dalam Pemilu 2009 mendatang. Selain itu, menyikapi sejumlah permasalahan yang menyelimuti PKB pro-Muhaimin Iskandar.

Hal itu dibuktikan dalam makalah atau materi yang akan dibahas yang disiapkan diatas meja para peserta Bahtsul Masail. Sejumlah poin yang akan dibahas, di antaranya, bagaimana hukum memilih presiden, wakil rakyat, dan pemimpin. Serta hukum golput dan orang yang makan gaji buta. Masing-masing permasalahan dilengkapi dengan jawaban yang mengacu (referensi) pada kutubus salaf (kitab kuning karangan ulama terdahulu).

Sedangkan hukumnya memilih seorang Presiden, pemimpin, wakil rakyat hukumnya fardhu kifayah atau wajib. Seperti yang terlampir dalam referensi kitab Roudlotul Ath Tholibin, juz 10 halaman 42-43 dan juga disebutkan dalam kitab Masholihul Anam Jus pertama halaman 49.

Untuk hukumnya orang menerima gaji buta (arzaq) atau tunjangan yang tidak terikat formalitas (partai) yang diambilkan dari kas negara, hukumnya juga haram. Karena gaji yang diterima tersebut sudah bukan haknya. Seperti yang disebutkan dalam kitab Majmu’ Syarh Muhaddzab juz 7 halaman 349.

Bagi orang yang tidak menentukan pilihan dalam pemilihan umum atau golput serta orang yang menghasut agar berbuat ikut tidak menentukan pilihan hukumnya sama halnya dengan menghasut itu sendiri yakni haram. “Tujuan para kiai berkumpul di Hotel Utami ini ingin memberikan pendidikan cara berpolitik yang tidak keluar dari tuntutan agama,” kata KH Abdus Salam. (jpnn/udi) (JPNN)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s