Penurunan BBM: Masyarakat Antusias, Mahasiswa Demo

( nurdiansah / malang post)

( nurdiansah / malang post)


Meski hanya selisih Rp 500/liter, tetapi turunnya harga bahan bakar jenis premium, disambut positif masyarakat Kota Malang. Terbukti di beberapa SPBU di Kota Malang, terlihat ada peningkatan penjualan dibanding hari-hari sebelumnya.

Pengawas SPBU Mayjen M Wiyono, Joko Santoso mengatakan, setelah mendengar adanya pengumuman resmi tentang turunnya harga bensin, banyak konsumen yang berdatangan ke SPBU. Sejak Subuh, sudah terlihat antrean yang sangat panjang.

‘’Selama empat hari yang lalu, penjualan cenderung menurun karena masyarakat mendengar informasi 1 Desember harga premium akan turun. Tetapi hari ini (kemarin, Red.), penjualan sudah meningkat. Sejak pagi sudah terlihat antrean yang cukup padat,’’ ungkap Joko pada Malang Post, kemarin.

Selain dilihat dari jumlah antrean, peningkatan penjualan juga terlihat dari jumlah bensin yang terjual. Joko menuturkan, jika di hari biasa selama setengah hari penjualan berkisar 12 ton, maka kemarin setengah hari sudah menghabiskan 15 ton premium. Meski penjualan meningkat, tetapi Joko memastikan premium tidak akan habis, mengingat stok yang disiapkan perusahaannya sangat banyak.

Selain di SPBU Mayjen M Wiyono, di beberapa SPBU lainnya di Kota Malang juga terlihat antrean yang lebih padat dibanding hari biasanya. Seperti antrean di SPBU Panji Suroso, Brantas, Kawi dan Panglima Sudirman.

Berbeda dengan masyarakat yang menyambut antusias, mahasiswa justru melakukan demo. Sekitar 30 mahasiswa yang membawa nama BEM Indonesia menilai, turunnya harga bensin yang hanya Rp 500/liter tidak proprosional. Bahkan mereka menganggap penurunan ini merupakan upaya politisir.

‘’Kalau hanya turun Rp 500/liter ini jelas merupakan upaya politisir. Seharusnya turunnya harga bensin di Indonesia mengikuti turunnya harga bensin di dunia yang mencapai 60 persen dari harga semula,’’ ungkap humas aksi, Nana Abdul Aziz pada Malang Post.

Sependapat dengan aksi yang pertama, aksi kedua yang dilakukan oleh Aliansi Lintas Mahasiswa (ATLAS) yang terdiri dari tiga perguruan tinggi di Kota Malang, UMM, Unmer dan Unisma juga menyampaikan turunnya harga BBM masih kurang proporsional. Seharusnya penurunan dilakukan antara Rp 2.500-3.000/liter. (nda/avi) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s