Penyelamatan di Air Tak Boleh Sembarangan

Di Sungai Rolak Kedungkandang, peserta Latihan SAR Bersama dilatih penyelamatan air. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Di Sungai Rolak Kedungkandang, peserta Latihan SAR Bersama dilatih penyelamatan air. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Menyelamatkan korban yang jatuh ke dalam sungai ternyata tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan. Ada teknik-teknik khusus yang harus dipelajari sebelum bisa menyelamatkan nyawa korban tersebut. Hal inilah yang dikupas dalam Latihan SAR Bersama (LATSARMA) yang digelar SAR Mahameru Malang di Sungai Rolak Kedungkandang kemarin.

Kegiatan bertema White Water Rescue ini diikuti sekitar 116 peserta yang merupakan barisan pecinta alam se-eks karesidenan Malang. Peserta yang didominasi pelajar dan mahasiswa ini mendapatkan ilmu-ilmu penting untuk melakukan penyelamatan di air. Mulai dari pengenalan alat, pengenalan medan hingga bagaimana cara menyelamatkan korban sesuai dengan kebutuhannya.

Keta pelaksana kegiatan LATSARMA, Nur Hadi mengatakan, pertolongan untuk korban kecelakaan atau musibah tidak bisa dilakukan begitu saja. Anggota SAR harus memiliki dasar teknik penyelamatan yang spesifik sehingga nantinya ketika melakukan penyelamatan, tidak salah langkah.

“Menolong korban harus sesuai dengan situasinya. Misalnya saja ketika korban yang akan ditolong berada jauh dari boat dan susah dijangkau, maka ketika menyelamatkan korban harus menggunakan tali. Atau ketika perahu terbalik, maka ada tahapan tertentu yang harus dilalui sebelum akhirnya menyelamatkan korban. Seperti mengamankan diri terlebih dahulu dan membalikkan perahu,” ujar Nur pada Malang Post.

Sebelum melaksanakan simulasi ini, di hari sebelumnya, SAR Mahameru terlebih dahulu memberi bekal kepada para peserta dengan materi ruang dan forum. Dalam kegiatan yang dilangsungkan di gedung KNPI, peserta diajarkan beberapa teori penting mengenai teknik penyelamatan seperti white water rescue, penyelamatan di gunung atau mountain rescue, penyelamatan di tempat tinggi atau vertical rescue dan penyelamatan di gua atau cave rescue.

Selain digelar simulasi White Water Rescue, LATSARMA juga akan menggelar simulasi lainnya. Simulasi mountain rescue akan dilaksanakan di Gunung Panderman tanggal 7 Desember, simulasi vertical rescue akan digelar di MOG tanggal 14 Desember dan terakhir simulasi global yang menggabungkan berbagai macam teknik rescue akan digelar tanggal 21 November, di Petung Sewu.

“Khusus untuk simulasi global akan diterapkan berbagai macam teknik pertolongan. Mulai mountain rescue, white water rescue hingga persoalan komunikasi rescue yang sering menjadi kendala ketika ada bencana atau musibah. Kebetulan juga medan Petung Sewu yang akan kami gunakan memadai untuk menggelar simulasi global,” sambungnya. (nda/lim)
(Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s