Penyumbang Kampanye Sebaiknya Dipublikasikan

Penyumbang dana kampanye sebaiknya dipublikasikan. Lebih baik lagi penyumbang itu menyertakan nomor pokok wajib pajak (NPWP) untuk mewujudkan prinsip-prinsip transaparansi. “Kalau Indonesia (KPU) mewajibkan itu (NPWP) itu baik sekali, karena itu salah satu upaya mewujudkan transparansi. Di Jerman setiap penyumbang dana kampanye di atas 2.000 euro wajib dipublikasikan dan disebutkan apa motivasinya,” kata Pakar Pemilu Jerman Prof Dieter Roth di Jakarta, Senin (1/12) kemarin.

Roth mengatakan, apabila parpol penerima sumbangan tak mempublikasikan penyumbang di atas 2.000 euro, maka partai itu akan dikenai denda sebesar sumbangan tersebut. “Sangat baik lagi kalau Indonesia menerapkan NPWP karena itu salah satu upaya melakukan transparansi. Disana dana kampanye dan dana parpol diaudit dan diumumkan per tahun,” ujarnya.

Menurutnya, parpol harus menyerahkan laporan dana kampanye dan dana parpol ke KPU. Selanjutnya KPU mengumumkannya ke publik. “Parpol dan KPU harus membuka aliran dana kampanye dan parpol kepada publik berapa uang yang dihabiskan parpol,” tambahnya.

Pasal 135 ayat (5) UU 10/2008 tentang Pemilu KPU mengumumkan hasil audit dana kampanye ke publik 10 hari setelah hasil audit diterima dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Saat ini KPU sudah mewajibkan NPWP. Namun KPU belum membuat terobosan untuk mengumumkan laporan awal dana kampanye dan penyumbang dana kampanye ke publik. (jpnn/udi) (JPNN)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s