Saksi Terdakwa Kimbun Terpojok

Saksi sidang Kimbun dengan terdakwa Samian di PN Malang, kemarin. (Ira Ravika/Malang Post )

Saksi sidang Kimbun dengan terdakwa Samian di PN Malang, kemarin. (Ira Ravika/Malang Post )


Sidang lanjutan dugaan kasus korupsi dana Kimbun, dengan terdakwa Samian, kembali digelar. Sidang kelima yang digelar di PN Malang kemarin itu menghadirkan, dua saksi yang meringankan terdakwa. Dua saksi tersebut masing-masing dari Pemkab Malang, Ir Budi, mantan Kadis Perkebunan, dan Ir Sutarto.

Meski meringankan, namun banyak pertanyaan yang cukup memojokkan saksi. Terutama pertanyaan yang diajukan Penasehat Hukum terdakwa Samian, Haris Fajar SH, berkaitan dengan kontrak surat 8 Agustus 2003, dengan adendum kontrak tanggal 6 Agustus 2003. “Apakah begini sistem pekerjaan yang diberikan, yaitu kontrak ditandatangani berdasarkan adendum kontrak?,’’ tanya Haris kepada saksi.

Saksi seketika langsung beringsut. Dengan wajah sangat tegang, saksi mengaku tidak tahu. “Saya tidak paham dan tidak tahu Pak,’’ kata Budi.

Saksi Ir Budi semakin terpojok, dengan pertanyaan penasihat hukum, hingga majelis hakim diketuai Mohammad Tafsir SH, memberikan peringatan kepada penasihat hukum. “Mohon maaf majelis,’’ kata Haris menanggapi peringatan tersebut.

Bukan itu saja, Budi juga kerap menunjukkan beberapa bukti kepada majelis, terkait dengan proyek Kimbun. Responnya, bukan hanya saksi yang mendatangi meja majelis hakim, penasehat hukum terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Saprana SH dan Rio Fernika, SH juga berdiri untuk melihat berkas yang ditunjukkan kepada majelis.

Dalam sidang yang berlangsung mulai pukul 11.00, terdakwa tampak sangat pucat. Bahkan, terdakwa yang memakai kopyah itu mengangkat ke atas kopyahnya. Bukan itu saja, tangan kirinya juga berulang kali mengurut dahunya. Sesekali juga terdengar suara batuk.

Melihat kondisi terdakwa, Tafsir beberapa kali menyela. “Apakah terdakwa sakit, apakah masih bisa meneruskan sidang?,’’ tanya Tafsir, yang dijawab Direktur Samijaya, jika dirinya baik-baik saja dan masih bisa meneruskan sidang.

Namun pertanyaan itu kembali diulang oleh majelis, yang kemudian kembali dijawab dirinya baik-baik saja. “Betul Pak saya baik-baik saja,’’ tandas Samian yang hingga saat ini statusnya masih menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Malang, karena belum dikabulkan penangguhan penahanannya. (ira/udi)
(Ira Ravika/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s