Hadang Rampok, Dua Polisi Dilinggis

Brigadir Tendes Hariwiyono (kiri) dan Aiptu Fredy Siwi di RS Panti Nirmala saat dijenguk Kapolres Malang, AKBP Drs Edy Sukaryo dan Kapolsek Tajinan, AKP Yulita Ika Misra Toba.

Brigadir Tendes Hariwiyono (kiri) dan Aiptu Fredy Siwi di RS Panti Nirmala saat dijenguk Kapolres Malang, AKBP Drs Edy Sukaryo dan Kapolsek Tajinan, AKP Yulita Ika Misra Toba.


Upaya polisi menggagalkan kejahatan perampokan di sebuah toko emas di Pasar Tajinan, siang kemarin, benar-benar harus dibayar mahal. Yakni, dua anggota Reskrim Polsek Tajinan, Aiptu Fredy Siwi dan Brigadir Tendes Hariwiyono, yang menghadapi langsung pelaku perampokan itu, terluka parah hingga harus dirawat di RS Panti Nirmala Malang.

Sementara Suroto alias Gundul, perampok yang beraksi seorang diri di toko emas milik Abdi Arifin, 46 tahun, warga Desa Tajinan tersebut berhasil ditangkap petugas gabungan Polsek Tajinan dan Reskrim Polres Malang. Kedua kakinya pun ditembak ketika Suroto sedang mengumbar emosinya menganiaya dua polisi tersebut dengan besi linggis.

“Kami mengambil langkah tegas karena tersangka melawan, bahkan berani menyiksa dua polisi. Kami pun terpaksa menembak kaki Suroto yang sudah lama masuk DPO kepolisian ini,” jelas Kapolres Malang, AKBP Drs Edy Sukaryo ketika membesuk dua anak buahnya tersebut di RS Panti Nirmala.

Sedangkan kejadian perampokan itu sendiri, menurut Kapolsek Tajinan AKP Yulita Misra Ika Toba, berawal ketika Kanit Reskrim Aiptu Edy Sanyoto dan lima anggota lainnya siaga di Mapolsek Tajinan. Saat itulah, Arifin pemilik toko emas tersebut datang tergesa-gesa mengadukan ulah Gundul, yang brutal.

Menurut pengaduan Arifin, dengan mengayun-ayunkan linggis, Gundul memaksa minta perhiasan emas. “Dari laporan itu, anggota mendatangi TKP. Kanitreskrim mengendarai motor menggonceng Bripka Eko Usman. Sedangkan tiga anggota lainnya membawa mobil patroli. Sementara anggota buser yang berada di lapangan, beralih menuju TKP,” terang Yulita.

Begitu melihat kedatangan polisi, Gundul cepat kabur dengan menyelinap sebelah kiri bangunan toko. Brigadir Tendes dan polisi lain memburunya. Sementara Aiptu Fredy, mengejar dari arah samping kanan toko. “Sebelum sampai di belakang toko emas itu, Fredy langsung dihantam dengan linggis. Fredy sempat menangkis dengan kayu, tapi kayu itu patah dan linggis itu menghantam hidungnya.

Mengetahui itu, Tendes yang mengajar dari arah belakang, berusaha mengamankan Gundul. Namun, kesulitan lantaran Gundul melindungi dirinya dengan mengayun-ayunkan linggis hingga jari tengah tangan Tendes kena pukulan besi linggis itu,” papar mantan perwira IPP Polresta Malang ini. Melihat reaksi pelaku yang brutal, polisi beralih melepaskan tembakan peringatan. Toh demikian, Gundul belum menyerah hingga memaksa polisi menembak kedua kaki tersangka. (sit/lyo) (sigit rokhmand/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s