Peralihan Ibukota, Titik Awal Pemerataan Pembagunan Kabupaten Malang

Komplek perkantoran Pemkab Malang di Jalan Trunojoyo Ibukota Kabupaten Kepanjen (Agung Priyo Utomo/Malang Post )

Komplek perkantoran Pemkab Malang di Jalan Trunojoyo Ibukota Kabupaten Kepanjen (Agung Priyo Utomo/Malang Post )

PERALIHAN Kepanjen sebagai ibukota Kabupaten Malang yang baru, dengan empat kecamatan pendukung lainnya sebagai daerah penyangga ibukota, yaitu Dampit, Jabung, Turen, dan Bululawang dinilai Kepala Bappekab, Nehruddin, sebagai titik kulminasi pembangunan jangka panjang kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa ini.

“Lima sisi kelayakan yang menjadikan Kepanjen sangat layak menjadi sentra baru kabupaten. Diantaranya, memiliki kemampuan dari faktor analisa tingkat aksesbilitas, perkembangan ekonomi, bidang kependudukan, pengembangan fasilitas, dan perkembangan kawasan perkantoran yang sangat mendukung,” kata Nehruddin.

Bahkan, menurutnya, ke depan tak sampai 20 tahun, Kepanjen sudah mampu mandiri dalam banyak sisi, dan ini lebih baik dibandingkan beberapa daerah lainnya. Seperti di selatan, didukung pelabuhan laut lepas Sendang Biru dari sisi tata niaga kelautan.Di bagian utara, Kepanjen mendapat dukungan munculnya kawasan Agropolitan Poncokusomo, begitu pula di sisi utara-timur akan ditunjang jalan by pass atau toll Surabaya-Sidoarjo-dan Pandaan yan gakan menyambung ke Malang.

“Ini akan sangat berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dari arus utara Jatim ke Kabupaten Malang. Itu juga akan di-back up jalan lintas selatan untuk mengangkat ekonomi selatan yang tertinggal dibandingkan utara,” tegas mantan asisten Sekda itu.

Dikatakan, penetapkan Kepanjen sebagai ibukota yang didukung SK Gubernur Jatim Nomor 138/8998/2006, SK Ketua DPRD Kabupaten Malang Nomor 170/20/421.040/2007 dan SK Bupati Nomor 180/7071/421.013/2007 tersebut, saat ini hanya masih memiliki kekurangan di bidang pengadaan akomodasi saja.

“Kepanjen masih kita tawarkan kepada investor untuk membangun sarana akomodasi. Seperti hotel berbintang dengan minimal 200 kamar. Hotel bintang di Kepanjen, kami yakini tidak akan merugi. Sebab dalam 3-5 tahun ke depan sudah bisa BEP. Dalam waktu 1-2 tahun diprediksi mampu mencapai tingkat hunian mencapai 50 persen,” tuturnya. (nov) (Noval Lutfianto/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s