Tangan Polisi Patah, Hidung Dibedah

Suroto alias Gundul, pelaku perampokan

Suroto alias Gundul, pelaku perampokan

KEBRUTALAN Suroto alias Gundul, bisa jadi merupakan kenangan pahit dua anggota Reserse Polsek Tajinan, Aiptu Fredy Siwi dan Brigadir Tendes Hariwoyono. Fredy, hidungnya terluka parah akibat dihantam linggis, sedangkan Tendes jari tengah tangan kirinya, nyaris putus. Tendes yang dirawat oleh dokter spesialis RS Panti Nirmala, dr Istan I Irsan Sp OT, mengalami pata tulang pada hidungnya. Setelah dioperasi, kulit hidung korban yang juga robek sekitar 10 centimeter dengan kedalaman 2 centimeter itu,harus dibalut gips.

“Sedangkan jari tengah Pak Tendes, mengalami patah tulang. Terpaksa harus menjalani rawat inap, dan nanti pun akan diberi gips,” kata Istan kepada Kapolres Malang AKBP Edy Sukaryo.

Sedangkan Fredy, sebelumnya dirawat di UGD. Namun siangnya dia diboyong ke ruang 15. Untuk perawatannya, dia bakal ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah plastik, dr Herman Yosep Limpat Sp BP. Itu karena, luka di hidungnya ternyata sangat serius, robek sekitar 11 centimeter.

“Masalahnya, luka robeknya perlu dijahit dan tidak boleh sembarangan agar nantinya tidak membekas,’’ tambahnya. Sumber di RS tersebut menyebutkan, bahwa untuk biaya perawatan kedua polisi yang menjadi korban keganasan perampok, itu menghabiskan sekitar Rp 14 juta.

“Yang pasti, biaya perawatan ditanggung oleh Polres. Karena apa yang dilakukan anggota hingga sampai mengalami luka seperti itu, tak lain dalam upaya menjalankan tugas. Saya sangat prihatin dengan (luka) yang menimpa anggota, tapi juga bangga dengan tanggungjawab mereka,” jelas mantan Kapolres Lumajang itu.

Sudah Masuk Daftar DPO

TERTANGKAPNYA Suroto alias Gundul, tak hanya keberhasilan penggalan aksi perampokan semata. Itu karena Gundul merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) Polsek Bululawang, dalam kejahatan 5 September malam lalu.

Ketika itu, tersangka bersama dua temannya, Amien Fitrianto dan Hari Junaidi warga Desa Gunungrejo, Tajinan, merampas sepeda motor Yamaha Jupiter MX, N 2135 CB. Motor yang sedang dikendarai Yesida Nurmalawati, 23 tahun warga Dusun/Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar, ini dirampas di Jalan Desa Kasembon, Bululawang.

Bahkan untuk melumpuhkan gadis itu, Gundul masih tega membacok korban. Beruntung Yesida masih mampu mengenali ciri-ciri motor yang dikendarai pelaku boncengan tiga, yakni Honda Supra Fit, N 6883 EB.

Dari hasil keterangan korban itu, esok harinya polisi bisa mengembangkan dengan meringkus sekaligus menembak dua teman Gundul. Yakni, Amien Fitrianto dan Hari Junaidi, yang mengakui bahwa kejahatan tersebut dipimpin Gundul.

Namun, kemarin Gundul menyangkal ‘nyanyian’ dua temannya itu. Kendaraan yang mereka gunakan melakukan perampasan, juga merupakan hasil pinjaman Gundul, termasuk yang mencelurit cewek Blitar itu. “Saya tidak ikut-ikut kejadian di Bululawang. Justru sebelum beraksi, mereka berdua malah minum miras di rumah saya. Saya sendiri baru tahu kalau nama saya dicatut, ya setelah baca koran,” kata pria yang mengaku masih lajang ini.

Ketika didesak dibawa kemana motor hasil rampasan tersebut, lagi lagi Gundul tak tahu menahu.“ Saya sudah lama tidak seperti itu lagi. Dan kalau saya tadi (kemarin) sampai merampok di toko emas itu, karena pengaruh minuman keras (miras),’’aku Gundul.
(sit/lyo) (sigit rokhmand/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s