Anggaran Sertifikasi Aset Terlalu Rendah

Opini BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Republik Indonesia bahwa neraca keuangan Pemkab Malang tidak wajar bakal terulang. Pasalnya, Pemkab Malang tidak menganggarkan dana yang memadai untuk sertifikasi aset dalam RAPBD tahun 2009. Padahal, opini tidak wajar dari BPK RI disebabkan banyaknya ribuan aset Pemkab yang tidak bersertifikat.

Kepala Bagian Pertahanan Pemkab Malang, M Jamhuri mengatakan tahun depan Pemkab hanya menyediakan Rp 50 Juta untuk sertifikasi tanah. Padahal, saat ini tercatat sebanyak 97 ribu aset tanah milik Pemkab belum bersertifikat. Sementara, sertifikasi aset milik Pemkab membutuhkan biaya ratusan juta rupiah.

“Memang sedikit, ya kita jalankan saja, itu sudah disahkan di gedung DPRD,” ungkap Jamhuri.
Jamhuri mengatakan, butuh waktu puluhan tahun bagi Pemkab Malang sampai seluruh asetnya bersertifikat. Dengan biaya yang sedikit, proses sertifikasi tidak akan maksimal. Dana tersebut kata Jamhuri kurang bisa mengakomodir semua aset milik Pemkab Malang.

“Itu hanya untuk sebagian aset saja, jumlah aset 97 ribu buah,” imbuhnya. Jamhuri menambahkan, dana tahun 2009 akan difokuskan terhadap aset yang baru dibebaskan Pemkab Malang. Aset itu tersebar di 12 Kelurahan di Kepanjen, antara lain Kelurahan Cempokomulyo dan Kelurahan Kepanjen. “Biaya sertifikasi memang sangat mahal,” pungkasnya.(ary/eno)
(Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s