Antisipasi Tunggakan Miliran Rupiah, PLN Berlakukan Downline Perorangan

Manajer PLN APJ Malang, Isbiyanto

Manajer PLN APJ Malang, Isbiyanto

Guna mengurangi tunggakan pelanggan yang jumlahnya sudah mencapai angka miliaran rupiah, PLN APJ Malang akan segera memberlakukan sistem pembayaran melalui downline perorangan. Program ini diprediksi dapat memangkas jumlah tunggakan karena sifatnya mempermudah pelanggan PLN membayar rekeningnya.

Manajer PLN APJ Malang, Isbiyanto mengatakan, untuk bulan Oktober, jumlah tunggakan pelanggan di Kota Malang mencapai angka Rp 2,6 miliar, sedangkan untuk bulan November kemarin, jumlah tunggakan pelanggan sudah turun ke angka Rp 1,3 miliar. Dengan diberlakukannya program ini, Isbiyanto berharap jumlah tunggakan akan semakin berkurang.

“Kalau yang selama ini dilakukan oleh PLN untuk mengurangi jumlah tunggakan adalah dengan membuka loket pembayaran di kantor pos yang ada di seluruh Malang Raya. Untuk lebih memperkecil jumlah tunggakan setiap bulan ini, maka PLN Jatim menghadirkan layanan pembayaran tagihan listrik online yang disebut Payment Point Online Bank (PPOB). Salah satunya adalah sistem downliner perorangan,” ujar Isbiyanto pada Malang Post, kemarin.

Sistem pembayaran melalui downline perorangan ini merupakan sistem pembayaran rekening listrik yang dilakukan melalui orang-orang yang sudah mendaftarkan diri sebagai downliner. Pendaftaran menjadi downliner PLN ini dilakukan di tiga bank yang ditunjuk, yakni Bank Bukopin, BNI dan BRI. Setelah terdaftar sebagai downliner, mereka harus memiliki saldo yang cukup untuk melayani pembayaran listrik pelanggan PLN.

“Nanti akan kita galakkan mulai bulan Januari 2009. Meski begitu bukan berarti kami langsung menutup sistem pembayaran konvensional yang selama ini sudah berjalan. Program ini akan dilakukan secara perlahan-lahan,” lanjut pria berpostur tinggi ini.

Selain menguntungkan PLN, lanjut Isbiyanto, program ini juga menguntungkan downliner dan pelanggan itu sendiri. Keuntungan bagi downliner antara lain adalah menjadi peluang bisnis. Sebab pelanggan yang membayar melalui mereka akan membayar juga biaya adminstrasi, yakni sebesar Rp 1.600/pelanggan.

“Seperti orang jualan pulsa. Downliner ini akan mendapat keuntungan dari pembayaran rekening pelanggan. Besar kecilnya jumlah keuntungan per-pelanggan ini tergantung masing-masing bank yang sudah kami tunjuk. Sedangkan untuk pelanggan, adanya downliner ini akan mempermudah proses pembayaran karena tidak perlu mengantre dan menghemat waktu serta biaya transportasi,” sambungnya.

Proses sosialisasi pembayaran sistem online ini telah disampaikan oleh PLN APJ Malang, siang kemarin. Dengan mengundang pejabat muspika, diharapkan mereka bisa menebar informasi ini ke masyarakat. Selain itu, Sabtu (6/12) besok rencananya giliran BNI yang akan mengundang calon downliner untuk diberi bekal informasi terkait adanya program ini.

Selain perorangan, pembayaran melalui downliner ini juga bisa dilakukan oleh berbagai badan usaha. Di antaranya KUD, toko atau supermarket, yayasan, pondok pesantren maupun kantor kelurahan setempat.(nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s