APINDO Keberatan Penetapan UMK

apindo-rapat
Para pengusaha Malang Raya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha dan Organisasi Pengusaha (APINDO) menyatakan keberatan atas dikeluarkannya SK Gubernur Nomor 188/403/KPTS/013/2008, tentang penetapan besarnya UMK 2009. Dalam SK tersebut UMK Kota Malang tahun 2009 mengalami kenaikan hingga 17 persen, sedangkan Kabupaten Malang mencapai 19 persen dari UMK 2008.

Menurut juru bicara APINDO Malang Raya, Samuel Molindo, sikap keberatan para pengusaha ini didasarkan kepada situasi perekonomian yang saat ini sedang sulit akibat dampak krisis global di dunia. Kalau pun nantinya UMK sebesar Rp 954.500 untuk Kabupaten Malang dan Rp 945.373 untuk Kota Malang dipaksakan, maka akan membuat efek domino yang menyusahkan para pekerja.

“Keputusan naiknya UMK sesuai dengan SK Gubernur ini menurut kami terlalu tinggi, karena melebihi nilai inflasi yang besarnya 12 persen. Keberatan yang kami ajukan ini selain karena kondisi perekonomian yang sulit, juga karena adanya kekhawatiran terhadap nasib para pekerja. Bukan tidak mungkin kalau UMK dipaksakan sesuai SK Gubernur akan membuat terjadi gelombang PHK yang besar-besaran. Sebab perusahaan tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut,” ujar Samuel pada Malang Post, kemarin.

Saat ini saja, lanjut Samuel, ketika dampak krisis global sudah mulai menyebar dan UMK masih tetap menggunakan ketentuan yang lama sudah ada beberapa perusahaan rokok kecil yang terpaksa meliburkan karyawannya secara bergantian. Parahnya lagi, beberapa perusahaan garmen dan furniture sudah banyak yang melakukan pemutusan hubungan kerja, karena sudah tidak kuat menggaji pekerjanya akibat tidak ada pesanan dari luar negeri.

Keberatan ini disepakati 60 perusahaan se-Malang Raya dalam pertemuan kedua APINDO, yang digelar di Perumahan Riverside, kemarin sore. Pengusaha dari berbagai bidang seperti karoseri, rokok, garmen dan furnitur menandatangani surat pernyataan keberatan tersebut dan akan disampaikan ke Pemkot. Atas dasar keberatan itu, Samuel menghimbau kepada pengusaha yang tergabung dalam APINDO Malang Raya untuk melaksanakan bipartid dengan karyawan dalam menentukan jumlah UMK di perusahaannya masing-masing, sambil menunggu upaya hukum yang dilakukan APINDO Jatim.

“Bipartid yang dilakukan ini hendaknya tidak melebihi angka Rp 905 ribu, seperti yang sudah disepakati APINDO dengan Dewan Pengupahan Surabaya beberapa waktu lalu. Yang pasti dalam bipartid itu ada kenaikan upah karyawan dari UMK 2008. Entah itu Rp 850 ribu atau Rp 900 ribu. Terserah, yang penting tidak lebih dari Rp 905 ribu,” ujarnya. (nda/udi) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s