Pengalihan Ibukota Ke Kepanjen Dilakukan Demi Masa Depan

Kepala Bagian Humas Pemkab Malang Kukuh Banendro mengatakan hal paling penting dari eksistensi Kabupaten Malang selalu berujung kepada maksimalisasi layanan publik. Menurut Kukuh, peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke 1428 merupakan tonggak ukuran pencapaian keberhasilan pembangunan Pemerintah Kabupaten. Dengan jumlah penduduk mencapai angka 2,4 juta jiwa, Pemkab Malang dituntut menyeimbangkan pembangunan tanpa pilih kasih.

Atas dasar peta wilayah Kabupaten Malang seluas 4.576 km², Pemkab dituntut membangun daerah lewat prinsip Satata Gama Karta Rahardja. Atau secara harfiah bisa diartikan menata keberagaman untuk adil dan makmur. Terjemah luasnya, diartikan sebagai masyarakat adil dan makmur material dan spiritual diatas dasar kesucian yang langgeng.

“Dalam peringatan Hari Jadi ke-1428 lalu, proyeksi paling penting yang segera diwujudkan oleh Pemkab Malang adalah realisasi kebutuhan pusat pemerintahan yakni Ibukota,” tegas Kukuh Banendro.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2008 tentang Persetujuan Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang ke Kecamatan Kepanjen merupakan ruh awal berdirinya kerajaaan baru. Proses panjang penetapan Kepanjen sebagai Ibukota diawali usulan Bupati Malang dengan surat Nomor 135.7/093/421.202/2007 tanggal 17 Januari 2007 kepada Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Usulan itu diperkuat persetujuan dari DPRD Kabupaten Malang berdasarkan Keputusan Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 12 Maret 2007. Tanpa melupakan proses panjang tersebut, Pemkab Malang langsung menggeber program-program strategis. Lewat sentuhan-sentuhan pembangunan itu, diharapkan, Kepanjen benar-benar siap menjadi Ibukota Kerajaan Kanjuruhan Baru.

Gebrakan Pemkab Malang guna menumbuhkembangkan wilayah Kepanjen sebagai Kota Modern diwujudkan melalui pembangunan lahan perkantoran. Saat ini sekitar 60 persen Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah hijrah ke Kepanjen. Hal ini dilakukan demi peningkatan pelayanan bagi masyarakat.
“Pembangunan Kepanjen sebagai Ibukota juga didukung prasara penunjang seperti Jalur Lingkar Barat (Jalinbar) sebagai memecah arus kendaraan ke pusat Kota,” ujar Kepala Badan Perencanaan Kabupaten Malang Nehruddin.

Untuk diketahui, Jalinbar tersebut terbentang sepanjang 5,6 km menembus jurang dan medan berbukit dari Kepanjen hingga Kecamatan Ngajum. Selain berfungsi sebagai pemecah arus kendaraan, Jalinbar nantinya juga berfungsi sebagai penumbuh perekonomian lokal.

Disisi lain, Tahun 2009 mendatang sejumlah proyek strategis Pemkab untuk mewujudkan Ibukota Kepanjen pada tahun 2010 nanti segera digeber. Setidaknya, dengan menyiapkan dana awal sebesar Rp 50 miliar, Pemkab bakal membangun gedung perkantoran Bupati dan Wakil Bupati, serta gedung sekretariat daerah.

Pusat pelayanan publik tersebut sedianya dibangun di lahan belakang pengadilan negeri Kepanjen dengan luasan mencapai 5 hektar. Proyek itu bakal digeber secara multiyears, dengan target awal membangun komplek gedung Bupati dan Wabub, serta Gedung Sekretariat Daerah. Termasuk pula satu gedung Masjid yang difungsikan sebagai Islamic Centre.

“Kompleks gedung itu dibangun dengan tujuan untuk peningkatan pelayanan publik. Sedangkan gedung lama di Kota Malang rencananya difungsikan sebagai kantor Badan saja,” ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Kabupaten Malang Ir. Dwi Siswahyudi MT.
Kata Dwi, kompleks pemerintahan baru itu bakal dilengkapi alun-alun Kota. Supaya lalu lintas lancar akan dibangun jalan tembus ke Kelurahan Panarukan dan jalan tembus ke kompleks perkantoran di Jalan Trunojoyo. Sedangkan, Jalan Panji di depan Gedung DPRD difungsikan sebagai one way.

Pembangunan kompleks Pemerintahan itu bakal didukung infrastuktur Jalinbar, serta Sport Center di Stadion Kanjuruhan yang selesai pada tahun 2009. Sport Center itu dibangun sebagai langkah awal pengembangan stadion Kanjuruhan sebagai pusat olah raga dan kesenian berstandart regional dan nasional. (Bagus Ary/adv/eno)
(Ary Wicaksono/malangapost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s