Turunnya Harga Bensin Tak Berdampak

Sejumlah mahasiswa melakukan protes turunnya BBM yang hanya turun Rp 500 per liter. (MUFLIKH FARID/MALANG POST )

Sejumlah mahasiswa melakukan protes turunnya BBM yang hanya turun Rp 500 per liter. (MUFLIKH FARID/MALANG POST )


Aksi protes terhadap turunnya harga bahan bakar minyak jenis premium yang hanya turun Rp 500/liter di Kota Malang masih terus bergulir. Pada hari pertama turunnya harga bensin, disambut dua aksi mahasiswa, siang kemarin giliran Serikat Perjuangan Mahasiswa (SPM) Komite Kota Malang yang menyuarakan aspirasinya.

Aksi yang dilakukan massa yang lebih kecil ini menyuarakan agar harga bensin segera diturunkan kembali. Paling tidak, penurunan harga bensin mencapai 40 persen dari harga Rp 6.000, mengingat harga minyak dunia turun drastis.

“Pemerintah memang sudah memenuhi janjinya untuk menurunkan harga bensin kepada masyarakat. Tapi jumlah penurunannya sangat jauh dari harapan. Melihat harga minyak dunia yang sudah turun hingga 60 persen, minimal harga bensin di Indonesia bisa turun hingga 40 persen dari harga semula. Kami menuntut agar keinginan kami dan keinginan masyarakat ini segera direalisasikan pemerintah,” ungkap Korlip Aksi, Andre Setiawan pada Malang Post, kemarin.

Menurut mahasiswa UMM ini, penurunan harga bensin yang hanya Rp 500 rupiah ini jelas tidak akan berpengaruh banyak pada perekonomian masyarakat. Prediksi yang paling kuat adalah, penurunan Rp 500/liter ini tidak akan merubah besarnya ongkos angkutan umum.

Andre menjelaskan, ketika bensin naik Rp 1.500/liter beberapa waktu lalu, ongkos mikrolet di Kota Malang naik Rp 500. Namun ketika bensin sekarang turun Rp 500 per liter, bisa dipastikan ongkos mikrolet tidak akan diturunkan. Akibatnya, masyarakat pun, terutama yang menggunakan jasa angkutan umum, tidak bisa menikmati turunnya harga bensin ini.

“Kalau turunnya harga bensin hanya Rp 500 per liter, lantas ongkos mikrolet mau diturunkan berapa, masak Rp 100 saja? Jelas tidak akan membawa pengaruh apa-apa, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan harus menggunakan jasa angkutan umum,” tuturnya. (nda/udi) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s