Menanam Ganja di Kamar Kos

Seorang anak jaksa yang masih berstatus mahasiswa aktif di sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) Kota Malang kemarin diamankan polisi gara-gara tepergok mengisap ganja bersama temannya di tempat kos. Bony Fasius Sembiring alias Ucok, 18, mahasiswa nakal itu, dibekuk anggota Reskrim Polsekta Lowokwaru Rabu (3/12) pukul 03.30 di tempat kosnya, Jl Terusan Dieng. Sedangkan teman Ucok yang juga berada di lokasi adalah Eu Genio Da Costa, 25, asal Timor Leste.

Dari tangan keduanya, polisi menyita satu bungkus ganja kering, alat isap rokok ganja yang terbuat dari kotak bekas minuman, serta uang Rp 30 ribu. Hingga kemarin, polisi masih mendalami kasusnya.

Kapolsekta Lowokwaru AKP Pudjiharto mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berkat pengembangan pemeriksaan terhadap dua tersangka ganja yang juga berstatus mahasiswa. Yakni Robert, 20, dan Juel alias Edi, 20. Keduanya ditangkap di rumah kos di Jl Tlogomas I. “Informasi jika mereka (Robert dan Juel, Red) mengonsumsi ganja kami peroleh dari masyarakat. Lalu kami kembangkan. Pelaku kami tangkap dan sekarang masih disidik,” kata dia saat ditemui usai gelar perkara kemarin di polsek.

Robert dan Joel disergap pukul 02.30 saat nyantai di kamar kos. Ketika digeledah, polisi menemukan bungkus rokok mild berisi tiga batang rokok ganja siap isap dan satu poket kecil batang ganja. Dari kondisi fisik saat digerebek, polisi menyakini keduanya baru saja mengonsumsi ganja. Kepada polisi ketika diinterograsi di TKP, mereka mebenarkan dugaan tersebut. “Mereka baru beberapa jam lalu beli satu poket seharga 50 ribu dan langsung dikonsumsi,” beber Pudjiharto. Ganja itu baru dibeli dari Eu Genio.

Pagi itu juga polisi meluncur ke tempat kos Eu Genio di Jl Terusan Dieng. Tiba di situ, polisi melihat Eu Genio sedang berada di kamar bersama Bony. Ketika digeledah isi kamarnya, polisi menemukan poketan ganja kering yang disimpan di kotak sepatu. Keduanya mengaku barang itu milik mereka dan dibeli dari Dimas yang kos di Jl Sumbersari. Di rumah kos itu, polisi tidak berhasil menemukan Dimas, namun mendapati penghuni David Cornelius, alias Baji, 20, menyimpan satu poket ganja di kamarnya. David mengaku sebagai salah satu anak presenter radio di Malang.

Semua tersangka, kecuali Eu Genio, diganjar dengan pasal 78 ayat 1 UU 22/1997 tentang kepemilikan ganja. Sedangkan Eu Genio dikenai sanksi pasal 82 UU 22/1997 tentang menjual atau mengedarkan ganja.

Kepada Radar, Ucok mengakui ibunya berprofesi sebagai jaksa. “Ibu saya dinas di Kalimantan. Ayah saya kepala sekolah di Kalimantan,” kata remaja berambut gondrong ini. Ucok mengonsumsi ganja karena penasaran dan ingin coba-coba. Keinginannya untuk merasakan ganja diutarakan kepada Eu Genio yang langsung mengajaknya. “Baru pertama mencoba, ditangkap polisi,” ucapnya.

David sendiri membenarkan bahwa ganja kering yang disita polisi adalah miliknya. “Ganja itu tidak saya beli. Saya menanam sendiri. Akhir November lalu baru panen,” ungkap pemuda berambut gondrong itu.

Hasil panen tidak dia jual, namun dikonsumsi sendiri. Bibit ganja ia peroleh dari seorang pria tak dikenal yang ditemui di Terminal Arjosari sekitar empat bulan lalu. Begitu memperoleh benih, dia tanam di pot. “Karena ini adalah tanaman rahasia, saya sembunyikan di kamar,” ujar David. (mas/yn/radarmalang)

Iklan

2 Komentar

Filed under Malang

2 responses to “Menanam Ganja di Kamar Kos

  1. diego

    Ganja is not crime!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s