Sri Sultan Hamengku Buwono Eks

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengalami peristiwa lucu ketika menghadiri acara Merah Putih Berdzikir yang berlangsung di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pembaca puisi, seorang bocah seusia siswa kelas 2 SD setempat, dengan lantang menyebut nama Sri Sultan bukan diikuti dengan angka ke-10, sebagaiamana namanya Hamengku Buwono X, melainkan menyebut Sultan Hamengku Buwono Eks (X).

Spontan peristiwa ini menimbulkan tawa. Sri Sultan sempat bermalam sehari di desa yang tergolong berada di kawasan wisata ini, dan Sabtu (6/12) pagi ini Sri Sultan didampingi sejumlah tokoh yang selama ini mempromosikannya sebagai calon Presiden RI, yakni Franky Sahilatua, Dr Muslim Abdurrahman, mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Khalid Muhammad. Mereka menyebut diri mereka bukan tim sukses Sri Sultan, melainkan kawan Sri Sultan.

Masjid tempat acara dilangsungkan, dipasangi sebuah kombinasi simbol yang menarik. Yakni, sebuah kursi berukir tinggi, di atasnya seperti duduk dipasang patung tokoh pewayangan Semar ukuran besar. Patung ini dipasangi kopiah putih, kalung pita merah putih dengan bandul lonceng.

Menjadi tuan rumah pada acara ini adalah tokoh aktivis lingkungan Kota Batu, bernama Saifudin Zuhri, yang juga dipanggil Gus Udin.

Setelah acara istighotzah, Sri Sultan bertatap muka dan beramah tamah dengan ratusan warga setempat jamaah masjid. Sri Sultan mengemukakan pentingnya menjaga dan memahami makna merah putih, warna bendera negara. Menurut dia, merah putih bukan sekedar warna tanpa makna, melainkan harga diri.

“Jika bendera merah putih itu diletakkan pada waktu dan tempat yang salah, maka bagi bangsa Indonesia, akan menimbulkan perasaan tersinggung,” katanya. Jika bendera diperlakukan secara tidak layak, maka kita bisa kecewa. Demikian pula dengan kepemimpinan, marilah kita cari pemimpin yang mencintai merah putih, sebab sekarang ini ukuran kepemimpinan senantiasa hanya didasarkan pada perolehan materi bagi pendukungnya atau bagi pemimpin yang bersangkutan. Bukan pada ukuran harga diri, dan kecintaan pada merah putih itu. (Kompas.com)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s