d’Krossari Usung Musik Etnis Malangan

Menjaga konsistensi bukan perkara ringan.Banyak halangan menghadang, mulai kesibukan, pendanaan, momentum dan sebagainya.Namun d’Kross siap menerjang berbagai halangan tersebut. Album d’Krossari adalah satu satu bukti d’Kross masih konsisten sebagai pelopor band supporter.

Pada pertemuan Silaturahmi Suporter Indonesia Damai II, hari Sabtu ini, Album d’Krossari diluncurkan.Dengan sembilan lagu yang sebagian besar merupakan aransemen ulang dua album sebelumnya, d’Kross
Menggandeng KSG (Kanjeng Surgi), sebuah komunitas seni berbasis tradisional namun menggunakan perangkat teknologi modern dan tradisional.

‘’Kami memang ingin tampil beda dalam d’Krosssari ini karena banyak sekali Aremania dari kalangan tua yang menginginkan lagu-lagu d’Kross digarap dengan campursari.Karena itulah, kami kolaborasi dengan KSG yang kami anggap cocok dan bisa mengusung idealisme d’Kross sebagai band supporter,’’ jelas dedengkot d’Kross, Ir.Ade Herawanto MT.

Pria berkacamata ini mengakui, jalur rock yang selama ini dipakai d’Kross, berhasil membidik kalangan anak-anak muda Aremania.Namun tidak demikian dengan aremania berusia lanjut, yang lebih suka dengan irama agak lembut.’’Karena itu, dengan berbagai masukan tersebut,kami menggarap album ini berbeda dengan album sebelumnya.Harapannya agar lagu-lagu d’Kross bisa dinikmati segala usia,’’ ujarnya.

Untuk album ini,Ade menyebutnya sebagai musik etnik Malangan daripada campursari.Meski menggunakan beberapa alat musik tradisional Jawa (gamelan), irama yang diluncurkan berbeda dengan lagu-lagu campursari pada umumnya.’’Sentuhan rocknya sebagai ciri khas d’Kross masih terdengar jelas,’’ ungkapnya.

Sembilan lagu yang ada di album ini terdiri dari enam lagu lama dengan aransemen baru, dua lagu rakyat yang sudah amat dikenal dan satu lagi lagu baru ciptaan Didik KSG. Kesembilan lagu tersebut antara lain,Cambuk Malaikat, Belu Tong-tong (Pring Reketeg), Dayohe Teko,Kami Selalu Ada, Kuangen Pol,Satu Jiwa, Wellcome Home, Sore Ini dan Daboribo.

‘’Sengaja kami hanya menyertakan sembilan lagu, karena dua album d’Kross sebelumnya juga sembilan lagu,’’imbuhnya.Arranger d’Krossari, Didik KSG mengakui mengadaptasi lagu-lagu jalur rock ke campursari, bukan perkara mudah.’’Saya harus menangkap ruh lagu rock yang biasa dibawakan d’Kross lebih dahulu, sebelum mengaransir ke campursari. Itupun saya menyebutnya tidak campursari, namun gaya malangan,’’ jelas Didik.

Uniknya, dalam album ini, tidak ada vokalis tunggal yang mendominasi dalam satu lagu. Sederetan vokal rata-rata bernyanyi bersamaan atau bergantian, yaitu Ade, Agus Praz, Ayu, Ending, Dian, Eko Ceper,Hepi dan Erwin Red SP. (feb/nug/sir) (febri setyawan)

Iklan

1 Komentar

Filed under Malang, Musik

One response to “d’Krossari Usung Musik Etnis Malangan

  1. Lia

    Semangat buat ksg-campursari.ku suja bgt lagu2nya.kususnya buat cowokku hepi yg juga voc.nya semangat ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s