Ahli Menangkap Ikan di Sungai dengan Tangan Kosong

Menangkap ikan lazimnya dilakukan dengan memancing, menjala, atau menjaring. Namun ada seni mencari ikan yang tidak biasa. Yakni menangkap langsung dengan tangan. Seni ini dikenalkan Sandim dan Sriwoto. Dengan keahliannya itu, aksi mereka kerap jadi tontonan.

Arus Sungai Brantas di dam penyaringan sampah di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, cukup deras dan dalam. Siang itu, Sabtu (29/11), sekitar pukul 12.00. Sejumlah orang terlihat asyik memancing di bibir sungai. Ada juga yang naik kano menyebar jaring.

Lama mereka menjalankan aktivitas itu. Tapi ikat tak juga mereka dapat. Kalau ada yang nyantol, hanya satu dua ikan. Meski begitu, mereka tetap bersabar beberapa jam. Sekitar pukul 14.00, datanglah si manusia ikan Sandim (35), warga Dusun Rembun, Desa Sentong, Kecamatan Dampit. Ia datang bersama Sriwoto (56) alias Ngrebin, tetangganya.

Keduanya datang bersama rombongan sejumlah anggota Polresta Malang yang sedang refreshing. Radar yang sejak lama menunggu kedatangan si manusia ikan ini langsung berbunga-bunga. Apalagi rencana bertemu dengan rombongan dari polresta di lokasi ini sudah sejak pukul 12.30-an.

Begitu tiba, Sandim dan Sriwoto sempat memperkenalkan diri pada Radar. Beberapa pemancing dan penjaring juga mereka sapa. Sesaat kemudian, Sandim dan Sriwoto melucuti semua pakaiannya hingga tinggal celana dalam. Tubuh Sandim tampak kekar, kulitnya legam, dan dadanya bidang.

Setelah berdiskusi sejenak, keduanya lalu beraksi. Pelan-pelan turun ke sungai. Sejumlah penonton menunggu waswas di bibir sungai. Orang-orang yang sejak tadi mancing dan belum mendapat ikan, juga terlihat heran melihat aksi Sandim dan Sriwoto.

Sebagian penonoton, termasuk Radar sempat ragu, jika dua orang itu bisa mendapat ikan dengan hanya menyelam. Maklum saja, secara logika, jika dipikir, larinya ikan akan lebih cepat dari gerakan dua manusia itu.

Pelan-pelan Sandim menyelam. Sriwoto lalu mengikuti. Beberapa kali muncul ke permukaan belum juga mendapat ikan. Sandim tidak putus asa. Ia pun masih tersenyum-senyum. Orang-orang di pinggir sungai bertepuk tangan memberi semangat. Sebagian lagi terlihat kecewa saat Sandim hanya melambaikan tangan. Semangatnya belum habis.

Sandim lalu bergeser mencari lokasi yang lebih dalam diikuti Sriwoto di belakangnya. Tubuh keduanya pun pelan-pelan termakan dalamnya sungai itu. Sedikit demi sedikit tenggelam. Cukup lama keduanya menyelam. Radar pun melihat jam tangan. Satu menit, dua menit, hampir tiga menit, Sandim dan Sriwoto belum juga muncul.

Napas penonton tertahan. Tiba-tiba Sriwoto muncul. Tapi sayang, tangannya masih kosong. Belum bisa menangkap ikan. Sandim sendiri belum juga muncul. ”Jangan-jangan ia tenggelam dan hilang,” bisik seorang pemancing.

Tiga menit lebih sedikit Sandim menyelam, tiba-tiba ia menyembul. Kepalanya bergeleng-geleng sembari tersenyum tipis. Penonton ragu kalau dia dapat ikan. Namun, tiba-tiba dia mengangkat dua tangannya. Dua ikan tawes seukuran lengan tangan menggelepar di cengkeram jari kokoh Sandim.

Ia pun tersenyum lebar. Orang-orang di pinggir sungai bertepuk tangan girang. Tak lama setelah itu, Sriwoto yang berada di kejauhan juga mengacungkan tangan. Dia dapat satu ikan di tangan kanannya.

Sekitar setengah jam beraksi, Sandim dan Sriwoto melepas lelah. Mereka keluar dari sungai. Lima ikan tawes hasil tangkapan mereka direntengi. Sejumlah polisi tampak girang bukan kepalang. Apalagi baru kali itu mereka melihat aksi Sandim dan Sriwoto.

Sejenak, Radar mendekati dua manusia ikan itu. Napasnya masih tersengal-sengal. Sriwoto yang perutnya pernah robek tersayat duri malah terlihat batuk-batuk. “Wah ikannya sedikit Mas, tak sebanyak di Bendungan Selorejo,” ucap Sriwoto pada Radar. ”Tapi untunglah di situ (sambil menunjuk ke bagian sungai yang dalam) ada juga,” timpal Sandim.

Sandim mengaku sudah sejak kecil bermain di sungai dekat rumahnya. Sehingga dia sudah sangat berpengalaman dengan urusan selam-menyelam dan menangkap ikan dengan tangan kosong. “Saya pernah bersama lima teman mampu menangkap ikan hingga 1 kuintal di Bendungan Selorejo,” kenangnya bangga.

Kala itu mereka berlima beraksi sekitar dua jam. Tapi karena ikan di bendungan itu sangat banyak, dia tidak kesulitan. Begitu ikan menyenggol tanganya, tak lama kemudian akan dia tangkap.

Malahan tak jarang dia berhasil menangkap empat ikan dalam sekali menyelam. Dua ikan diletakkan di mulut, dua lagi yang lebih besar dia cengkeram dengan dua tangannya. Ratusan wisatawan yang sedang berada di Selorejo bertepuk tangan menyaksikan Sandim dan kawan-kawannya beraksi. Sejumlah orang yang memancing hanya bisa geleng-geleng menyaksikan atraksi mereka.

Aktivitas menyelam itu hanya sebagai sampingan bagi Sandim dan Sriwoto. Karena seperti kebanyakan orang Dampit lainnya, mereka adalah petani dan buruh tani. Namun, karena kepiawiannya itu, mereka merasa sangat senang jika diajak keliling mencari ikan. Hampir semua bendungan di Malang pun pernah ia obok-obok. “Kami juga pernah sampai ke Bendungan Wlingi di Blitar,” tambah Sandim.

Soal teknik mencengkeram ikan agar tidak lepas, Sandim mengungkapkan kalau ikan harus dicengkeram dengan sedikit menggunakan kuku-kuku. Sehingga meski menggelepar tidak lepas dari tangan. Karena sudah terbiasa memegang ikan, mereka pun hafal cara memegang ikan agar tidak lepas.

Apakah bersedia jika disewa untuk menangkap ikan? Sandim dan Sriwoto hanya tersenyum. Keduanya tidak menjawab tegas. ”Kalau ada waktu mau-mau saja,” ucap Sriwoto pendek.

KHOLID AMRULLAH
(*/war/radarmalang)

Iklan

1 Komentar

Filed under Kabupaten Malang

One response to “Ahli Menangkap Ikan di Sungai dengan Tangan Kosong

  1. Malang Blogging Competition 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s