PJ Gubernur Berharap Tak Ada Pilgub Putaran IV

Penjabat Gubernur Jatim berharap tidak akan ada Pilgub putaran ‘keempat’, pasca pelaksanaan penghitungan ulang di Pamekasan 28 Desember lalu, serta coblosan suara ulang di Bangkalan dan Pamekasan 21 Januari 2009 nanti.

“Mudah-mudahan tidak ada gugatan lagi. Sehingga tidak ada putaran keempat,” kata Pj Gubernur Jatim, Setia Purwaka saat menerima anggota DPD RI di kantornya, jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (30/12) kemarin.

Penyebabnya, lanjut Setia, telah banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk memilih Gubernur itu. Pada putaran pertama lalu menghabiskan dana Rp 550 miliar, putaran kedua Rp 265 miliar dan putaran ketiga Rp 18,864 miliar. “Biayanya kan sudah sangat banyak, hampir menghabiskan Rp 830 miliar untuk mencari Gubernur baru,” urainya. Hal senada juga disampaikan Anggota DPD RI, Nuruddin Arrahman yang berharap tidak ada Pilgub ulang. Sebab, dengan adanya Pilgub ulang di Bangkalan dan Sampang masyarakat Madura merasa tersinggung. “Saya ngeri dengan Pilgub ulang di Madura. Apalagi, saya dengar mereka tersinggung dengan putusan MK itu,” jelas Nuruddin.

Kekhawatiran bakal terjadi putaran ‘keempat’ itu memang wajar. Sebab, pasangan KaJi (Khofifah-Mudjiono) telah berancang-ancang menggugat hasil penghitungan ulang di Pamekasan.

Sementara itu, penghitungan suara ulang di Pamekasan masih menyisakan masalah. Sebab, beberapa saksi pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) menolak menandatangani berita acara. Hal itu diungkapkan beberapa Ketua PPK (panitia pemungutan kecamatan) di Pamekasan.

Di kecamatan Larangan, Pegantenan dan Kadur misalnya. Saksi KaJi tidak mau menandatangani berita acara. Mereka mempersoalkan tidak adanya formulir model C-1 KWK untuk saksi di tingkat TPS. “Saksi KaJi tetap mempermasalahkan tidak adanya model C-1 itu. Padahal kami sudah menjelaskan bahwa model itu sudah ditiadakan melalui surat edaran KPU,” kata Ketua PPK Pegantenan, Zainullah Shamad, kemarin.

Kuasa Hukum Tim KaJi, Sujatmiko mengakui hal tersebut. Bahkan tidak di tiga kecamatan itu saja, di kecamatan Pasean, Pakong, dan Waru juga demikian. Bahkan, ada beberapa saksi KaJi yang tidak boleh mengajukan keberatan saat penghitungan di PPK. “Ada yang sampai diintimidasi. Makanya, kami sampai menerjunkan tim hukum ke sana,” jelasnya.

Seperti diberitakan, dalam penghitungan suara ulang yang digelar di Pamekasan, 28 Desember lalu, suara KaJi dan KarSa sama-sama berkurang. Belum diketahui apa penyebab berkurangnya suara kedua calon.

KarSa unggul dengan perolehan suara 216.293 suara. Sedang KaJi memperoleh 195.120 suara. Perolehan suara kedua pasangan itu memang sama-sama turun dari penghitungan suara pada putaran kedua lalu. Perolehan suara KarSa menyusut sekitar 783 suara, dari sebelumnya 217.076 suara. Sementara suara KaJi menyusut 195 suara dari sebelumnya 195.315 suara. (jpnn/udi) (JPNN)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under jatim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s