Plumpang Terbakar, BBM Jatim Tetap Aman

Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jatim dipastikan aman dan mencukupi untuk kebutuhan selama delapan hari ke depan. Sebab, pasokan BBM untuk wilayah Jatim tidak didatangkan dari Depo Plumpang Jakarta, yang pada Minggu kemarin, telah mengalami kebakaran hebat.

‘’Suplai BBM Jatim tidak terkait dengan kebakaran Depo Plumpang. BBM untuk region khususnya Jatim didatangkan dari Kilang Plaju, Kilang Balikpapan dan Kilang Cilacap,’’ kata kata Pjs Asisten Manajer External Relations Pemasaran dan Niaga BBM Retail Region V Surabaya, Eviyanti Rofraida dihubungi MP di kantornya, Selasa siang.

Seperti diketahui, tangki nomer 24 di Depo Plumpang Jakarta telah terbakar setelah sebelumnya didahului tiga kali ledakan. Kebakaran yang menewaskan seorang satpam dan kerugian materiil sekitar Rp 15 miliar lebih itu, sekarang telah menganggu pasokan BBM di kawasan Jabodetabek.

Dikatakan Evi, selain dari kilang Balikpapan, Plaju dan Cilacap sebgai kebutuhan BBM juga dipasok dari Depot Rewulu di Jateng. Dan sebagian kecil lainnya didatangkan dari negara lain alias impor. ‘’Sekali lagi, pasokan BBM di Jatim tidak ada masalah, aman sampai delapan hari ke depan,’’ paparnya.

Menurut Evi, pasokan BBM di Jatim tergolong masih aman untuk kebutuhan saat ini. Contohnya, untuk BBM jenis Premium sebesar 7.800 kilo liter (KL) per hari dan solar 4.000 KL per hari. Apabila satu depot terganggu di Jatim, Pertamina akan mengalihkan suplai dari wilayah lain ke Jatim. Sehingga masyarakat di Jatim akan mendapatkan BBM dengan jumlah yang cukup sesuai kebutuhan.

‘’Karena kelancaran penyaluran BBM dan tidak adanya penahanan delivery order (DO) di SPBU-SPBU Jatim. Masyarakat tidak perlu khawatir ada kelangkaan BBM. Pertamina masih miliki stok BBM jenis premium sebanyak 7.800 KL per hari dan solar 4.000 KL per hari,’’ ujarnya.

Sementara itu, guna mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina akan membuka jadwal penyaluran sejak pukul 00.00 setiap harinya. Sedang, mengantisipasi pengusaha SPBU yang nakal dengan cara menunda pengiriman DO untuk meminimalisasikan kerugian (akibat penurunan harga BBM) Pertamina masih belum bisa memberikan sanksi.

‘’Sampai sekarang, kami belum mendapat petunjuk soal sanksi bagi SPBU nakal. Apalagi, insentif apa yang akan diberikan bagi pengusaha SPBU yang tidak mengalami kelangkaan BBM, juga masih menunggu dari pusat,’’ tuturnya.

Agar SPBU tidak mengalami kerugian besar, kata Evi, pihaknya telah meringankan pengusaha dengan cara menyediakan dana talangan dan kemudahan memperoleh kredit pembelian DO BBM.

Selain itu, Pertamina juga telah mengeluarkan surat edaran (SE) isinya mewajibkan pengusaha SPBU di Jatim agar mempunyai stok minimum sesuai omset per harinya. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi kelangkaan BBM di Jatim setelah kebijakan pemerintah menurunkan kembali harga BBM subsidi untuk kali ketiga pada 15 Januari 2009.

‘’Dengan turunnya SE itu, pengusaha SPBU di Jatim diwajibkan untuk tidak mengurangi permintaan pasokan ke Pertamina. Pertamina akan memberikan kemudahan dengan pembelian secara kredit kepada pengusaha SPBU,’’ katanya.

Ditambahkan dia, Pertamina akan melakukan pemantauan di lapangan dalam beberapa hari ke depan. Langkah antisipasi dan mengamankan kebutuhan pasokan harian untuk menyiasati agar tidak ada pengusaha SPBU yang menahan pembelian saat penurunan harga BBM tersebut. (has) (Hary Santoso/malangpost)

1 Komentar

Filed under jatim

One response to “Plumpang Terbakar, BBM Jatim Tetap Aman

  1. online

    belajar banyak

Tinggalkan Balasan ke online Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s