Sukses Usaha Agribisnis karena Belajar dari Petani

Hari-CahyonoPOTENSI besar pada sektor perkebunan sayur mayur di Kota Batu menjadi minat awal bagi Hari Cahyono untuk kemudian menggelutinya agribisnis berprospek cerah itu. “Dilihat sepintas, menggeluti bisnis sayur mayur ini banyak ruginya. Di benak kita akan terlintas, sayur mayur cepat membusuk dan keuntungan belum didapat. Tapi kalau kita tahu kiat-kiat usaha bidang ini, hal itu sudah pasti tidak akan kita alami,” tegas pemilik agribisnis HC Putra itu, kepada Malang Post.

Ia menyebut, awalnya ia membutuhkan waktu 24 jam untuk bersusah payah keluar masuk perkebunan sayur mayur hanya untuk mengetahui dari dekat plus minus masalah yang dialami. Bertanya langsung ke para petani termasuk bagaimana mengatasi sayur mayur cepat busuk sebelum dikirim.

“Sabar dan rajin bertanya serta melihat langsung kerja petani, lama-lama saya menjadi tahu betapa tak sesulit yang dibayangkan kalau kita sugnguh-sungguh mau terjun di bisnis ini,” tandas pria low profile itu.

Berkantor sekaligus menempatkan gudang sayur mayur di Jalan Agus Salim, Kecamatan Batu, Kota Batu, Hari mengaku bersyukur bisa belajar banyak soal itu langsung dari para petani. “Mulai kubis atau kol, wortel, sampai daun bawang yang merupakan potensi perkebunan sayur mayur terbesar di kota ini, dari hasil blusukan ke para petani itu, lambat laun tak ada lagi masalah dengan sayur mayur. Kiriman tiba di luar pulau tetap dalam kondisi segar dan tak busuk,” ungkap Hari kemudian.

Kini hampir lima tahun menggeluti usahanya, Hari mendapat kepercayaan dari pelanggannya di dalam dan luar Pulau Jawa menjadi pemasok sayur mayur. Ke Kalimanan selatan, timur, barat, dan tengah, ke Maluku, serta kota-kota di Jawa. “Dulu sayur mayur cepat busuk sebelum dikirim, dan merugi. Tapi belajar dari mereka para petani dan beberapa ahlinya, kini tak lagi. Bahkan untuk pasar terbesar kami ke Kalimantan, setiap hari mengirim 2 ton kol, 5 ton wortel, dan 1,5 ton daun bawang, karena pembeli puas dengan kiriman sebelumnya.
Untuk mengelola sentra sayur mayur ini, kami memperkerjakan dua kelompok pekerja yang masing-masing kelompok terdiri 12 orang dan bekerja dalam dua shift, pukul 06.30-18.00 dan 18.00-06.30,”tegasnya. (nov/han/malangpost)

Iklan

3 Komentar

Filed under Batu

3 responses to “Sukses Usaha Agribisnis karena Belajar dari Petani

  1. nelliza

    Mohon info tentang pembelajaran bisnis ini

  2. S.Haddy

    saya petani di Bogor,mohon kiatnya mas Hari bagaimana memperoleh hubungan dgn pembeli diluar pulau serta cara mempertahankan kwalitas sayuran selama pengiriman.Terimakasih mas.

  3. iin

    mohon info berbisnis ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s