Misi Superberat Tim Thomas-Uber

TIGA minggu lagi, para penggawa bulu tangkis tim Thomas dan Uber akan berjuang dalam kualifikasi zona Asia di Makau. Rabu (18/1) PB PBSI merilis nama-nama skuad Merah Putih yang akan diterjunkan dalam event yang diadakan pada 13-19 Februari tersebut.

Di antara nama-nama yang keluar, tidak banyak muka baru jika dibandingkan dengan skuad yang diterjunkan pada event yang sama dua tahun lalu. Di tim Thomas masih bercokol nama-nama tenar seperti Taufik Hidayat dan Simon Santoso pada tunggal. Mereka akan ditopang pemain muda seperti Tomy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka. Kemudian, di ganda ada pasangan peraih emas Olimpiade Beijing Markis Kido/Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan/Bona Septano. Mereka akan ditopang pemain muda Angga Pratama/Ryan Agung Saputra serta pasangan veteran Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan.

Kemudian, di tim Uber juga masih mengandalkan sosok Adriati Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, Aprilian Yuswandari, dan Lindaweni Fanetri di bagian tunggal serta pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari, Vita Marisa/Nadya Melati, dan Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari di bagian ganda. Dalam tim, juga masuk nama pemain spesialis ganda campuran Liliyana Natsir.

Untuk tim Thomas, merebut satu di antara empat jatah Asia (yang diperebutkan lewat kualifikasi) tampaknya tidak terlalu sulit. Namun, hal itu juga bukan pekerjaan yang mudah-mudah amat. Kondisi tim Thomas Indonesia saat ini tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Para pemain utama tunggal maupun ganda Indonesia akhir-akhir ini sering kalah oleh pemain Korea Selatan dan Jepang. Jadi, target di Makau nanti, Indonesia cukup melengkapi kuota Asia. Yakni, empat tim, untuk menemani tim Tiongkok sebagai juara bertahan dan tuan rumah yang lolos otomatis. Prediksinya, empat tim yang akan lolos dan mewakili zona Asia nanti adalah Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan Indonesia.

Cederanya beberapa pemain seperti Muhammad Ahsan di ganda dan Hayom di tunggal untuk babak kualifikasi ini masih bisa ditutup oleh pemain di bawahnya. Di tunggal, selain ada Tomy Sugiarto juga ada nama Alamsyah Yunus yang bisa dinaikkan jika Hayom benar-benar tidak bisa pulih hingga babak kualifikasi dimulai. Celah yang ditinggalkan Ahsan, seperti biasa, akan ditutup Alvent Yulianto yang hampir selalu cocok dipasangkan dengan siapa pun.

Bagiamana tim Uber? Inilah yang butuh keajaiban. Sebab, prestasi pemain-pemain putri Indonesia akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Di sektor tunggal misalnya, tidak ada satu pun pemain yang dapat menembus peringkat 30 besar dunia. Pemain dengan peringkat tertinggi diduduki Ardiati Firdasari yang berada di posisi 34 dunia. Tiga pemain lain berada di urutan 40-an. Di ganda, kondisinya sedikit lebih baik. Ada pasangan Greysia Polii/Meliana Jauhari yang nangkring di peringkat sembilan dunia dan Vita Marisa/Nadya Melati di peringkat 11. Namun, perlu diingat bahwa Greysia baru saja sembuh dari cedera panjang. Bahkan, pada ajang SEA Games lalu, dia terpaksa absen. Beberapa kali penampilan dia pascacedera belum menjanjikan.

Untuk tim Uber, rasanya sulit merebut satu di antara tiga jatah yang diperebutkan lewat kualifikasi (dua jatah Asia lain sudah dikavling Tiongkok sebagai tuan rumah dan Korea Selatan sebagai juara bertahan). Berdasar pengalaman pertemuan mereka dengan para pemain-pemain utama Asia lainnya, para penggawa Merah Putih sering kalah. Di bagian putri, saat ini ada kekuatan baru yang akan menjadi ganjalan tim Uber. Yakni, Thailand dan Taiwan. Selain itu, juga ada kekuatan lama yang sempat terpuruk dan kini bangkit lagi, yakni Jepang. Untuk bisa lolos, Indonesia harus dapat menjegal salah satu di antara tim tersebut. Padahal, dalam beberapa pertemuan, pemain Indonesia sering kalah olah pemain tiga negara tersebut. Yang terbaru, tim beregu putri Indonesia dipecundangi Thailand pada final SEA Games tahun lalu.

Kini satu-satunya harapan Indonesia pada tim Uber adalah hadirnya kembali keajaiban yang sering muncul saat pertandingan beregu. Ya, meski secara ranking dan beberapa kali pertemuan pemain Indonesia kalah, tapi untuk pertandingan beregu, mereka sering membuat kejutan. Itu pula yang ditunjukkan pada dua edisi terakhir. Tahun 2008, dengan posisi underdog, Indonesia mampu masuk final sebelum kalah oleh Tiongkok. Tahun 2010, di babak kualifikasi, Korea Selatan dapat dikalahkan. Namun, pada putaran final, akhirnya Korea Selatan dapat menjadi juara setelah menaklukkan raksasa Tiongkok. Semoga, kejutan-kejutan tersebut dapat hadir lagi tahun ini. (Tajuk JawaPos)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s