Krisis Iran dan Harga Minyak Dunia

Oleh Pri Agung Rakhmanto

PERKEMBANGAN krisis dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran, memasuki babak baru. Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (European Union, EU) telah bersepakat untuk memberikan sanksi embargo impor atas minyak Iran, yang rencananya mulai diberlakukan 1 Juli 2012.

Sanksi embargo EU itu menyusul sanksi yang sebelumnya ditetapkan oleh Amerika Serikat dengan ditandantanganinya undang-undang yang mengatur sanksi di sektor finansial atas Iran (Defense Authorization Act) oleh Obama. Atas perkembangan yang terjadi itu, harga minyak dunia langsung bereaksi. Minyak jenis brent langsung bergerak naik USD 1,2 per barel hingga menyentuh level USD 111,15 per barel pada perdagangan kemarin di bursa ICE Future European Exchange di London.

Menjadi pertanyaan bagi kita semua, apa yang akan terjadi dengan harga minyak dunia jika ketegangan geopolitik di Iran terus berlanjut? Tentu tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Namun, satu hal yang hampir pasti adalah harga minyak akan bergerak naik. Hanya, sampai berapa dan sampai kapan akan bertahan, itu yang tidak dapat dipastikan karena terkait dengan hal-hal berikut:

Pertama, bagaimana Iran akan merespons sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepadanya. Itu akan sangat menentukan sampai sejauh mana harga minyak bergerak naik. Jika Iran meresponsnya secara keras, misal dengan memblokade Selat Hormuz, dalam hitungan hari harga minyak diprediksi segera melonjak ke level USD 120-USD 130 per barel. Hal itu tak lain karena sekitar 20 persen (atau sekitar 17 juta barel) kebutuhan minyak dunia per hari ditransportasikan melalui Selat Hormuz tersebut.

Kedua, bagaimana AS, EU, dan negara-negara sekutunya mengantisipasi dan merespons lebih lanjut segala kemungkinan respons dari Iran. Kemungkinan terburuk adalah Iran menutup Selat Hormuz, kemudian direspons oleh AS dan sekutu-sekutunya dengan tindakan militer. Jika itu yang terjadi, harga minyak dipastikan tidak terkendali. Pun ketika tindakan militer tersebut, misal hanya berlangsung singkat, harga minyak tetap akan naik tak terkendali karena sentimen negatif yang telah terbentuk.

Ketiga, bagaimana negara-negara Asia, yang selama ini menjadi importer minyak Iran melalui Selat Hormuz, -terutama Tiongkok, India, Jepang dan Korea Selatan- bereaksi atas apa yang terjadi. Sikap politik Tiongkok yang belakangan ini bahkan menambah impor minyak dari Iran dan juga India yang masih tetap mempertahankan impor minyak dari Iran berpotensi sedikit memengaruhi sikap keras AS dan sekutunya terhadap Iran.

Keempat, bagaimana negara-negara OPEC, Arab Saudi khususnya, bersikap dan bereaksi atas kondisi yang ada. Saat ini, Arab Saudi adalah negara yang memiliki kelebihan kapasitas produksi minyak hingga 3 juta barel per hari yang sewaktu-waktu siap menggantikan kekurangan pasokan minyak dari Iran ke pasar minyak dunia. Dengan kedekatannya terhadap AS selama ini, diperkirakan Arab Saudi menambah produksinya hingga 12 juta barel per hari jika kondisi memang memaksa untuk itu. Ini akan sedikit meredam kenaikan harga minyak.

Di antara empat hal di atas, apa yang akan dilakukan oleh Iran dapat dikatakan sebagai kunci yang menggerakkan harga minyak naik hingga ke level berapa pada 2012 ini. Selanjutnya, antisipasi yang dilakukan AS dan sekutu-sekutunya terkait bagaimana menjamin keberlanjutan transportasi minyak dunia sebanyak 17 juta barel per hari di Selat Hormuz akan menjadi penentu sampai berapa lama gejolak harga minyak yang tinggi tersebut bertahan.

Masih belum dapat dipastikan apa yang akan terjadi terkait keduanya. Tetapi, dari ”perang psikologis” yang sudah terjadi saat ini, satu hal yang dapat kita prediksi adalah harga minyak secara rata-rata tidak akan lebih rendah dari USD 100 per barel, paling tidak untuk triwulan pertama 2012 ini. (Dimuat di JawaPos 26/01/2012)

*) Pendiri dan direktur eksekutif ReforMiner Institute

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s