Bermotor Tempuh 600 Kilometer dengan Gas Satu Tabung Melon

Marno Mukti pernah membuat Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang kagum saat menemukan bahan bakar sejenis minyak tanah dan bensin dari sampah. Kini, ketua RT 22, Kelurahan Pelita, Samarinda, itu berusaha mengubah bensin sampah temuannya tersebut menjadi gas untuk bahan bakar motor.

SAAT menemukan sejenis minyak tanah dan bensin dari sampah, Marno Mukti menjuarai lomba teknologi tepat guna (TTG) tingkat Kota Samarinda. Dia pun mewakili Samarinda untuk mengikuti lomba TTG tingkat provinsi.

Meski begitu, alumnus salah satu SMK di Madiun, Jawa Timur (Jatim), tersebut tak berpuas diri. Terinspirasi temannya di Jawa, Marno baru saja mengutak-atik motor Shogun miliknya sehingga bisa dijalankan dengan bahan bakar gas elpiji.

Agar motor itu bisa jalan dengan bahan bakar gas, papar Marno, karburator harus diubah. “Pilot jet yang semula berukuran 15 saya ganti yang ukuran 50,” katanya kemarin.

Dia lalu menambah vacuum valve untuk mengatur gas yang masuk ke karburator. Katup vakum itu juga berfungsi agar gas tidak jalan saat mesin mati. Dia juga menambahkan regulator jenis high pressure. Akhirnya, pada Minggu (1/7), motor berbahan bakar gas tersebut bisa jalan.

Belum sempurna, memang. Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang dia gunakan masih digantung di jok motor. Marno belum membuatkan tempat permanen.

Meski begitu, dia sudah mencoba hasil utak-atiknya itu ke motor jenis lain. Dia juga sudah membawa motor berbahan bakar gas tersebut keliling Samarinda. Satu kilogram gas, papar dia, bisa menempuh jarak 200 kilometer. Artinya, jarak 600 kilometer bisa dia tempuh dengan satu tabung gas ukuran 3 kilogram. “Lebih murah daripada bahan bakar bensin,” katanya.

Dia lalu menggambarkan, harga gas elpiji ukuran 3 kilogram saat ini Rp 18 ribu. Itu setara dengan sekitar 4 liter bensin. Dengan 4 liter bensin, menurut dia, motornya hanya bisa menempuh 115 kilometer, setara jarak Samarinda-Balikpapan. “Dengan gas elpiji 3 kilogram, saya bisa menempuh 600 kilometer. Artinya, lebih murah,” terang dia.

Untuk mengubah motornya menjadi berbahan bakar gas, Marno butuh modal Rp 500 ribu. Keunggulan bahan bakar gas, jelas dia, piston tidak kotor. Problemnya, dia sulit mengatur suplai gas ke karburator. Karena itu, motor berbahan bakar gas hasil utak-atiknya tersebut belum bekerja sempurna. “Tapi, saya rasa, ini tinggal disempurnakan. Maklum, setahu saya, uji coba ini yang pertama di Kaltim,” imbuh dia.

Saat ini, Marno menyatakan masih memanfaatkan gas elpiji. Namun, ke depan, dia bertekad memakai gas hasil penyulingan sampah buatannya. Menurut dia, gas hasil penyulingan sampah itu lebih bagus untuk mesin daripada gas elpiji.

Dia mengakui bahwa tabung gas berbahaya. Bisa meledak jika suhu di atas 80 derajat Celsius. “Risiko lainnya, tabung gas bisa dicuri karena tak ada tempat permanen,” ucap dia.

ROMDANI, Samarinda
(jpnn/c11/soe)

2 Komentar

Filed under Indonesia

2 responses to “Bermotor Tempuh 600 Kilometer dengan Gas Satu Tabung Melon

  1. Harhyz

    Tertarik sekali dengan berita di atas,namun belum pernah mendengar pengolahan sampah menjadi bensin.sebagai nelayan kecil di daerah muara bayur,kutaikertanegara.,dapat membuat bahan bakar sendiri untuk perahu nelayan adalah sebuah hal yang positif sekali.dapatkah bapak membantu,dengan memberikan keterangan yang detail mengenai cara pembuatan pengolahan sampah tsbt ?

  2. bisa kah motor lpg yang anda bikin:
    1. di tanjakan ?
    2. start,stop saat macet di jalan, mensin nggak mati ?
    3. tidak merubah spesifikasi di stnk (bahan bakar:bensin) ?
    4. jika lpg habis, dorong ?
    5. asklerasi kontan: saat menyeberang atau nyalip ?
    nah jika bisa semua, berarti motor anda OK
    jawabannya ada di bensinvslpg.blogspot.com
    silahkan di baca, kalau bisa dibikin, murah, mudah
    saya share koq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s