Author Archives: indonesianic

About indonesianic

Kliping berita dan dokumentasi tentang Kota Malang sangat dibutuhkan keberadaannya

Hukum dan Pembenaran Tesis Marxis

KETIKA para pendiri bangsa ini (founding fathers) memutuskan negeri ini menjadi negara kesatuan dengan melanjutkan sistem hukum yang diterapkan pemerintah kolonial Hindia Belanda, yakni civil law system dengan berdasar undangundang yang terunifikasi dan terkodifikasi, sesungguhnya keputusan itu melanjutkan konflik berkepanjangan dan terus membuka konflik baru antara hukum yang dibuat negara (state law) dengan hukum rakyat atau hukum adat (folk law/ adat law). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Rupiah Dianggap sebagai Salahsatu Mata Uang dengan Kinerja Terbaik pada 2014

Rupiah tahun ini telah menjadi mata uang emerging market berkinerja terbaik di dunia, di saat terjadi defisit transaksi berjalan dan perekonomian terbesar di Asia Tenggara menyusut. Di antara 10 negara terbesar di Asia, hanya China yang memiliki angka pertumbuhan melebihi dari Indonesia

Rupiah akan lepas dari kondisi terburuk untuk 1 di antara mata uang Asia tahun ini karena ekonomi Indonesia yang tangguh dan defisit neraca perdagangan menyusut akan menarik aliran dana investasi, demikian menurut para analis pasar. Pergeseran tahun lalu dalam nilai Rupiah yang terpukul nilai impor , mendorong surplus perdagangan ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir pada bulan November dan membuka jalan untuk rebound dalam nilai kurs rupiah.

Pada tahun 2014 aliran dana asing telah menyuntikkan lebih dari $ 1 miliar ke obligasi dan saham di Indonesia . Surplus perdagangan Indonesia pada bulan Desember adalah yang terbesar dalam lebih dari 2 tahun . Morgan Stanley dan Maybank memperkirakan apresiasi rupiah akan bertambah jika Jokowi memenangkan pemilihan presiden di bulan Juli.

Rupiah telah naik menjadi 11.840 per dolar setelah naik sebesar 2,5 % minggu lalu .

Pada 2013 , nilai tukar rupiah anjlok 21%. Sementara Rand Afrika Selatan, Real Brasil , Lira Turki, dan Rupee India merosot antara 1 dan 4,4 % pada periode yang sama .

Perry Warjiyo , Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa untuk tahun lalu , defisit transaksi berjalan adalah 3,26% yang diperkirakan akan turun menjadi 2,5 % tahun berjalan dan 2 % pada tahun 2015 .

” Kami pikir rupiah adalah undervalued dan pada tingkat ini diberikan dinamika pertumbuhan, ” Jeavon Lolay , direktur riset global di Lloyds , mengatakan dalam wawancara di London, Rabu (12/02). “Angka-angka perdagangan baru-baru ini telah positif. Kami juga memiliki pandangan yang lebih positif terhadap pertumbuhan global, yang akan membantu pemulihan ekspor di babak kedua”, pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Perumahan Rakyat

Oleh Rhenald Kasali

Anda mungkin masih ingat era kejayaan Perumnas dan BTN. Lewat keduanya, impian rakyat memiliki rumah pada era 1980 dan 1990-an menjadi kenyataan. Keluarga-keluarga muda pada masa itu belum banyak mengenal properti, rumah mewah, apalagi apartemen. Jadi, cara memiliki rumah adalah dengan mencicil via BTN, tinggal sedikit di luar kota, lalu perlahan-lahan naik kelas.

Tidak sedikit pemilik apartemen dan rumah mewah di berbagai kota besar dewasa ini yang dulunya adalah pemilik rumah Perumnas.

Kata orang bijak, sekali mampu mengalahkan mitos (tentang keniscayaan mampu membeli rumah), kemampuan memiliki rumah akan muncul dan perlahan-lahan naik kelas. Sebaliknya, sekali Anda menjual rumah warisan, Anda akan terbiasa menghabiskan­nya hingga tak punya apa-apa lagi yang dapat diwariskan kepada anak-anak. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Indonesia

Dilema Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Oleh : Rhenald Kasali

Melemahnya mata uang rupiah menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan perekonomian Indonesia. Untuk berubah menjadi negara yang ekonominya kuat, Indonesia perlu pertumbuhan ekonomi yang tinggi sekaligus berkualitas

Dan, negara-negara yang mampu tumbuh secara berkelanjutan memang tidak banyak.

Beberapa studi menemukan, hanya sepertiga dari negara berkembang yang mampu tumbuh terus-menerus dengan tingkat pertumbuhan di atas 5 persen sejak 1950. Tetapi, setahun sebelum Amerika Serikat dilanda krisis (2008), hampir semua kawasan dunia mampu menjalani growth di atas 5 persen. Ruchir Sharma mencatat 114 negara. Berkat pertumbuhannya yang konsisten, Rusia pun berubah. Kesejahteraan bangsa ini tumbuh dari USD 1.500 (per kapita) menjadi USD 13.000. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia

Goldilocks dan Rupiah

Oleh Rhenald Kasali

Alkisah, Goldilocks adalah seorang gadis yang tengah kelaparan. Di tengah perjalanan di hutan, dia terhenti di sebuah rumah kayu yang ditempati tiga ekor beruang. Karena tidak ada yang membukakan pintu, dia pun masuk dan menikmati sup di meja.

Sup pertama ”terlalu panas”, dia beralih ke mangkuk berikutnya.

”Ini juga terlalu dingin.”

Dia pun mencicipi yang ketiga, ”Ahhh… this is just right,” ujarnya.

Goldilocks adalah dongeng yang sangat terkenal, yang diturunkan dari puisi karangan Robert Southey. Namun, dongengnya, Goldilocks and The Three Bears itu, menjadi terkenal saat Amerika Serikat mengendalikan pasar uangnya yang merembet ke sini. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia

Budaya Plutokrasi

Anda tentu masih ingat dua buku inspiratif karya Eko Prasetyo berjudul Orang Miskin Dilarang Sekolah dan Orang Miskin Dilarang Sakit. Dua buku tersebut merupakan sindiran yang pedas kepada pemerintah karena belum memberikan layanan terbaik di bidang pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi keluarga miskin. Sebab, kini telah terjadi fenomena komersialisasi pendidikan dan mahalnya biaya kesehatan di rumah sakit milik pemerintah. Akibatnya, keluarga miskin pun kehilangan akses untuk memperoleh layanan terbaik di bidang pendidikan dan kesehatan. Padahal, konstitusi telah mengamanahkan agar dua bidang yang menjadi hajat hidup masyarakat tersebut disediakan dengan sebaik-baiknya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, politik

Ketika Pesta Harus Berakhir: Babak Baru Depresiasi Kurs Rupiah

GEJALA terjadinya krisis keuangan mulai mengintip Indonesia. Dari Mei ke Agustus, kurs rupiah jatuh dari Rp 9.870 ke Rp 11.400 per dolar dan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok sampai 10 persen dalam tiga hari. Seperti rezim Suharto dulu, semua pejabat di era kini, dari presiden sampai menteri, terkesan menafikan masalah di perekonomian. Optimisme berlebihan terus saja disampaikan.

Kalau kita memahami bagaimana pasar valas beroperasi, depresiasi rupiah saat ini merupakan kejadian semestinya. Secara fundamental, ekonomi kita mengandung terlalu banyak kerawanan. Kita sedang menghadapi apa yang disebut sebagai “penyakit Belanda” (Dutch disease). Dulu Belanda mengalami masalah ini ketika ada penemuan gas di Laut Utara yang membuat apreasiasi mata uang gulden tidak wajar. Akibatnya, daya saing industri manufaktur yang sebelumnya menjadi fondasi ekonomi Belanda merosot. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Ekonomi