Tag Archives: budaya

Pembangunan Jembatan Kali Lanang Rampung

Warga Dusun Ngujung Desa Pandanrejo menggelar selamatan selama dua hari atas selesainya pembangunan Jembatan Kali Lanang. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Warga Dusun Ngujung Desa Pandanrejo menggelar selamatan selama dua hari atas selesainya pembangunan Jembatan Kali Lanang. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Masyarakat Dusun Ngujung Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji tidak sabar menunggu ketidapkastian peresmian jembatan Kali Lanang yang telah rampung beberapa waktu lalu. Meski belum diresmikan, warga menggelar syukuran dan selamatan selesainya pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran Rp 14 miliar lebih itu.

Selamatan di gelar di jembatan baru dan di lokasi jalan jembatan lama yang telah ditutup. Selamatan digelar selama dua hari. Pembukaan selamatan digelar dengan istighotsah, pembacaan salawat dan terbang jidor yang digelar pada Minggu malam kemarin. Kemarin, digelar tumpengan yang dilanjut dengan tayuban dan malam harinya digelar wayang kulit semalam suntuk. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Aspek Psikologis dari Permainan Anak Tradisional: Engklek Kendalikan Diri, Betengan Asah Kerja Sama

Pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) menggusur permainan tradisional. Anak-anak sekarang lebih banyak permainan berbasis TI. Permainan tradisional pun kini sudah ditinggalkan. Bahkan, anak-anak banyak yang tidak tahu beragam permainan tradisional yang dulu diwariskan turun temurun.

Cuaca di sekitar gedung Dome UMM kemarin sore terlihat cerah. Sekitar dua belas anak dari Panti Asuhan TPQ Al Hilal Malang terlihat duduk-duduk santai. Sambil menikmati suasana sore, mereka menunggu tiga dosen UMM, Iswinarti, Siti Suminarti F -keduanya dosen fakultas psikologi- dan Sulismadi, dosen Fisip. Sengaja anak-anak itu diundang untuk memeragakan salah satu permainan tradisional. Namanya krupukan. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

Hermeneutika Anti-Marketing, Fenomena di Gang Kloso

Ada banyak alternatif pilihan kongkow-kongkow malam di Kota Malang. Ada yang di hotel berbintang, kafe kelas menengah, sampai lokasi embongan. Nah, yang terakhir ini ada banyak. Selain di kawasan Jl Soekarno Hatta atau kawasan Pulosari, ada juga tempat unik. Yakni Gang Kloso. Apa sih asyiknya?

Apa yang kita inginkan saat kongkow-kongkow dengan rekan malam hari? Makanan enak, suasana nyaman, lokasi privat, atau hanya sebuah kebebasan menikmati hidup. Rasa-rasanya kok semuanya ya.

Namun adakah semua itu tersedia di satu tempat di kota ini? Jawabnya, ada. Tapi jika ditanya berapa rupiah dihabiskan untuk menikmatinya? Ssttt.. kira-kira tiga ratus ribuan untuk tiga orang. Lha kala kantong hanya berisi uang Rp 20 ribuan, solusinya? Ya tidak ke tempat seperti itu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Pariwisata

Sumberbendo Menghidupkan Pariwisata Konservasi Alam

Tri Prayudhi/tprayudhi.multiply.com)

(foto: Tri Prayudhi/tprayudhi.multiply.com)

Sungguh langka untuk menemukan tujuan wisata di hari ini, dimana tak ada listrik dan junkfood yang tersedia. Namun hal ini nyata di Sumberbendo, sebuah kampung di Desa Kucur, Kecamatan Dau, di dasar Gunung Kawi di kabupaten Malang.

Baru-baru ini kampung itu mengadakan satu festival minggu panjang untuk 1,000-masyarakatnya dan wisatawan-wisatawan untuk mempertunjukkan gaya hidup dan kultur-kultur tradisional dari para nenek moyang Sumberbendo.

Tidak seperti festival-festival tradisional lain di daerah seperti yang pada Ponorogo, Banyuwangi, Bromo dan Pacitan, petani-petani dan pedagang-pedagang dari Sumberbendo melaksanakan aktivitas harian mereka menghidupkan kembali cara-cara yang sama dari para tetua mereka. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang Raya, Pariwisata

Gelar Wayang, Pandu Swargo Jadi Lakon

Eddy Rumpoko saat menyerahkan Gunungan kepada Ki Enthus Suswono sebelum pagelaran wayang kemarin lama. (NOVAL LUTHFIANTO/MALANG POST)

Eddy Rumpoko saat menyerahkan Gunungan kepada Ki Enthus Suswono sebelum pagelaran wayang kemarin lama. (NOVAL LUTHFIANTO/MALANG POST)

Peringatan HUT Kota Batu ke 7, Jumat (17/10) malam lalu disemarakkan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Pagelaran yang dihelat di pelataran Pendopo Pemkot Batu itu mendatangkan dalang Ki Enthus Suswono bersama Paguyuban Tari Satria Laras dari Tegal Jawa Tengah. Lakon yang dimainkan adalah Pandu Swargo.

Acara itu dihadiri ratusan warga Kota Batu termasuk Wali Kota Batu Eddy Rumpoko berserta istri Ny Dewanti Rumpoko, Wawali HM Budiono, serta jajaran Muspida Kota Batu dan anggota Dewan. Hadir pula Ny Endang Imam Kabul isteri mendiang mantan Walikota Batu pertama Imam Kabul. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

Hari Ini Digelar Zikir Akbar

Panitia nampak mempersiapkan panggung utama untuk pagelaran zikir akbar hari ini. (Muhaimin/Malang Post)

Panitia nampak mempersiapkan panggung utama untuk pagelaran zikir akbar hari ini. (Muhaimin/Malang Post)

Sedikitnya 10 ribu jamaah Al Khidmah dan umat Islam Kota Batu akan memutihkan jantung Kota Batu, hari ini. Dengan memakai pakaian serba putih mereka akan memadati sepanjang jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Kota Batu. Kehadiran mereka untuk berdoa dan berzikir bersama dalam zikir akbar Al Khidmah.

Acara zikir itu dimulai pukul 07.00 WIB dengan menggelar istighotsah, tahlil, pembacaan yasin, manakib Shultonil Auliya Sayidina Syekh Abdul Qodir Al Jilani RA, Maulidurrasul SAW diakhiri tahlil akbar. Kegiatan itu digelar untuk memperingati hari jadi Kota Batu ke 7, agar Kota Batu dapat diberikan keberkahan bagi masyarakat dan pemimpinnya. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya

Menelusuri Sejarah Lambang Kota Batu

Nama pencipta logo Kota Batu kemungkinan besar tidak akan masuk dalam catatan sejarah perjalanan awal Kota Batu. Pencipta logo tersebut, Yudi Armadioka tidak ada dalam berkas di Pemkot Batu karena berkasnya sudah hilang. Hilangnya berkas pencipta logo Kota Batu terungkap dalam sarasehan HUT ke-7 Kota Batu yang digelar masyarakat Kota Batu di Hotel Purnama beberapa waktu lalu.

Asisten I Sekda Kota Batu, Pudjo Yuwono menegaskan, berkas lomba penciptaan logo Kota Batu tidak ada di Pemkot Batu, termasuk nama pemenang yang hingga saat ini digunakan Pemkot Batu. Ironis memang, berkas bagian dari sejarah perjalanan Kota Batu harus hilang. Padahal, usia Kota Batu hari ini baru genap 7 tahun. Semua saksi sejarah peningkatan status Kota Batu masih ada dan pencipta logo Kota Batu pun masih hidup. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Berita, Malang Raya