Tag Archives: demokrasi

Goldilocks dan Rupiah

Oleh Rhenald Kasali

Alkisah, Goldilocks adalah seorang gadis yang tengah kelaparan. Di tengah perjalanan di hutan, dia terhenti di sebuah rumah kayu yang ditempati tiga ekor beruang. Karena tidak ada yang membukakan pintu, dia pun masuk dan menikmati sup di meja.

Sup pertama ”terlalu panas”, dia beralih ke mangkuk berikutnya.

”Ini juga terlalu dingin.”

Dia pun mencicipi yang ketiga, ”Ahhh… this is just right,” ujarnya.

Goldilocks adalah dongeng yang sangat terkenal, yang diturunkan dari puisi karangan Robert Southey. Namun, dongengnya, Goldilocks and The Three Bears itu, menjadi terkenal saat Amerika Serikat mengendalikan pasar uangnya yang merembet ke sini. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi, Indonesia

Cebongan, Soeharto, dan Kekecewaan pada Demokrasi

Oleh : Satrio Wahono*

SEBELAS anggota Kopassus kemarin mulai disidang pidana militer karena membunuh empat tersangka pembunuhan di Lapas Cebongan. Mengherankan, betapa para oknum itu justru dielu-elukan, terutama di Jogjakarta. Alat negara yang menyerbu instansi negara tersebut dinilai berjasa menggentarkan para preman yang mulai melindap di Kota Gudeg itu.

Gejala mengelu-elukan jalan pintas kekerasan tersebut seiring dengan ”kerinduan” pada sosok Pak Harto. Tulisan -umumnya disertai gambar Pak Harto- kini banyak dijumpai di bak-bak truk antarkota, ”Masih lebih enak zaman saya, toh?”. Ketika BBM akan dinaikkan, beredar di jejaring sosial gambar ”Pak Harto” mengajari ”Pak SBY” di papan bertulisan, ”Jamanku bensin Rp 700, saiki piro, Le?” (Zaman saya bensin Rp 700, sekarang berapa, Nak?). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Menyemai Open Goverment

“TERIMA kasih, pemerintah.” Ini bukan ucapan dari JPIP. Tetapi, inilah kata pembuka gambar hidup di beranda website http://opengovindonesia.org. Papan maklumat dunia maya milik pemerintah sejak tahun lalu ini mengklaim pemerintah sudah tanggap dan mau menjawab pertanyaan masyarakat. Berbagai kata keterbukaan, transparansi, akuntabilitas bertebaran sepanjang film berdurasi 2,03 menit itu.

Kata-kata yang berjumpalitan itu mencerminkan misi institusi pelopor, yakni UKP4, Bappenas, Kominfo, Kemlu, dan Satgas Mafia Hukum dan Komisi Informasi Pusat (KIP). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Turki, Inspirasi Arab Baru

Oleh Aziz Anwar Fachrudin

PERKEMBANGAN mutakhir revolusi Arab kini ditandai dua hal: tumbangnya rezim diktator dan bangkitnya kekuatan politik islamis. Ben Ali tumbang, lalu Partai an-Nahdhah (Kebangkitan) memenangi pemilu Tunisia. Raja Muhammad VI mengadakan reformasi konstitusi, lalu Hizb al-‘Adalah wa at-Tanmiyah (Partai Keadilan dan Pembangunan) memenangi pemilu Maroko. Mubarak lengser, lalu sayap politik Ikhwanul Muslimin, Hizb al-Hurriyah wa al-‘Adalah (Partai Kebebasan dan Keadilan) menduduki mayoritas kursi parlemen Mesir.

Agenda apa yang akan dilakukan partai-partai islamis itu? Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under politik

Jalan Terjal Anwar Ibrahim

Oleh Ahmad Sahidah

Anwar Ibrahim akhirnya bernapas lega. Setelah menunggu tiga tahun, tokoh reformasi negeri jiran itu dibebaskan dari tuduhan sodomi. Sebelumnya, ayah Nurul Izzah ini harus menanggung serangan dari dalam, kawan-kawannya sendiri, Zahrin Mohd Hashim, Tan Tee Beng, dan Mohsin Fadzli Samsuri, agar hengkang dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang mereka bangun bersama.

Bagaimanapun, pembelotan seperti ini tidak dapat dicegah karena tidak ada undang-undang yang menghalang. Namun, sebagian orang menuding bahwa mantan deputi perdana menteri inilah yang memulai lebih dulu isu tindakan lompat partai, yaitu proyek alih kuasa 16 September yang gagal. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under politik

Otonomi Daerah Dikuasai Persekongkolan Elite Lokal

Oleh R. Siti Zuhro

TIDAKLAH berlebihan bila era reformasi disebut sebagai era kedaulatan daerah. Otonomi daerah (otoda), dalam hal ini, adalah kata kunci sekaligus merupakan obat mujarab bagi percepatan pewujudan kemakmuran daerah yang terabaikan selama era sebelumnya. Sebab, dengan otoda, secara teoretis rakyat menjadi semakin dekat dengan sumber-sumber kekuasaan serta proses pembuatan kebijakan publik yang sesuai dengan hajat hidup dan kepentingan mereka.

Bertentangan dengan hal tersebut, realitasnya, setelah 11 tahun berlalu (2001-2011), tujuan otoda jauh dari harapan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Pertemuan Marty-Suu Kyi

KUNJUNGAN Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa ke Myanmar pada 28 Desember lalu menyita perhatian masyarakat ASEAN. Terutama, pertemuan Marty dengan tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi. Pertemuan itu juga memberikan pesan kepada pemimpin Myanmar bahwa Indonesia menilai demokrasi di negeri junta militer tersebut tak akan berarti tanpa Suu Kyi.

Sikap tegas Indonesia itu pun ditunjukkan oleh Indonesia saat Marty mengadakan konferensi pers di Hotel Sedona, Yangon. Marty mendesak Naypidaw, ibu kota Myanmar, membebaskan seluruh tahanan politik yang tersisa dan terus melanjutkan demokratisasi. Situs Irrawaddy menyebut, saat ini masih ada 1.572 tahanan politik yang belum dilepaskan oleh pemerintah Myanmar.

Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tentu sangat mengharapkan situasi di Myanmar segera membaik. Stabilitas di Myanmar tentu juga stabilitas bagi kawasan ASEAN. Apalagi, pada 2014 Myanmar menjadi ketua ASEAN. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, politik