Tag Archives: HAM

Hukum dan Pembenaran Tesis Marxis

KETIKA para pendiri bangsa ini (founding fathers) memutuskan negeri ini menjadi negara kesatuan dengan melanjutkan sistem hukum yang diterapkan pemerintah kolonial Hindia Belanda, yakni civil law system dengan berdasar undangundang yang terunifikasi dan terkodifikasi, sesungguhnya keputusan itu melanjutkan konflik berkepanjangan dan terus membuka konflik baru antara hukum yang dibuat negara (state law) dengan hukum rakyat atau hukum adat (folk law/ adat law). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Kita dan Pengemudi ”Teroris”

Oleh: Siti Marwiyah

APRIYANI Susanti, 29, sudah menjadi tersangka kecelakaan yang menewaskan sembilan pejalan kaki di Jakarta. Dia diduga memakai narkoba jenis sabu, ekstasi, dan ganja ketika dugem. Dia juga tidak memegang SIM dan STNK saat diperiksa polisi.

Botol susu itu ia coba tempelkan ke mulut buah hatinya. Bocah itu bergeming. Dalam dekapan cinta sang ayah, anak itu pergi untuk selama-lama (Yusuf, 2.5 thn, salah seorang dari 8 korban serudukan maut, Tugu Tani, Jakarta)

Kasus itu sekali lagi menunjukkan bahwa jalan raya kita bisa tak ramah bagi pengguna jalan. Sudah banyak sosok seperti ”Apriyani Susanti” yang mencabut nyawa dan membuat luka seumur hidup pengguna jalan lainnya. Dari waktu ke waktu, pengemudi seperti itu menimbulkan petaka di jalanan. Kita tentu belum lupa ketika bus Sumber Kencono merampas 19 nyawa, selain 38 orang lainnya mengalami luka.

Menurut data kepolisian 2010, korban tewas di jalan sekitar 32.000 jiwa. Perkiraan asing bahkan lebih dari 40.000 jiwa untuk Indonesia. Sementara itu, WHO menyebutkan angka kematian di dunia karena kecelakaan lalu lintas mencapai 2,4 juta per tahun. Pada kelompok usia produktif 30-44 tahun, jumlah tersebut menempati urutan ketiga di bawah angka kematian karena infeksi HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC). Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Gus Dur dan Perilaku Polisi

Oleh Prija Djatmika

KALAU saja mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih hidup, tentu beliau pasti akan amat kecewa dan mungkin malah marah melihat perilaku oknum-oknum polisi akhir-akhir ini. Gus Dur, yang semasa hidupnya sejak belum menjabat presiden sudah sangat jelas menolak institusi polisi berada dalam tubuh militer, secara konsisten ketika menjabat presiden mengesahkan UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Berdasar UU itu, polisi resmi berada langsung di bawah presiden dan keluar dari tubuh institusi militer (TNI/ABRI) sebagaimana praktik era Orde Baru.

Namun, sepeninggal beliau, sebagaimana ditampakkan dalam perilaku polisi dalam kasus Mesuji; kasus pelabuhan Sape, Bima; serta penganiayaan oleh oknum Brimob terhadap AAL, 15, bocah pencuri sandal di Palu, praktik-praktik perilaku militeristik polisilah yang malah menonjol. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Penjara Anak, Trauma Anak

LEBIH dari enam ribu anak berusia kurang dari 18 tahun saat ini tengah menjalani proses peradilan. Di antara jumlah tersebut, lebih dari 4.200 anak telah menghuni penjara, baik sebagai tahanan maupun narapidana. Mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan tersangkut kasus asusila, pencurian, dan narkoba.

Fakta-fakta tersebut membuat nurani kita terusik. Apakah kegemaran aparat penegak hukum memenjarakan anak-anak benar-benar dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan atau sekadar mengejar target penyelesaian kasus hukum secara formal? Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Protap 01 dan Kebrutalan Aparat

POLISI ternyata belum mengambil pelajaran dari dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam pembubaran kongres di Papua Barat dan penanganan aksi massa di Mesuji, Sumatra Selatan. Itu terlihat dari sikap brutal aparat dalam menghadapi aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam video yang beredar, polisi terlihat menembak langsung ke arah massa serta menyerang masyarakat yang tertangkap maupun yang terluka. Akibatnya, tiga orang -versi Komnas HAM- atau dua orang -versi polisi- meninggal dunia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Pelanggaran Hak Asasi Anak di Indonesia

Hak asasi merupakan hak mendasar yang dimiliki setiap manusia semenjak dia lahir. Hak pertama yang kita miliki adalah hak untuk hidup seperti di dalam Undang Undang No. 39 tahun 1999 pasal 9 ayat (1) tentang hak asasi manusia, “Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf hidupnya”, ayat (2) “Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera, lahir dan bathin”, dan ayat (3) “Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.”
Baca lebih lanjut

142 Komentar

Filed under Indonesia